FIB Unsoed Gandeng 36 Instansi Program Magang Berdampak

  • 05 Feb 2026 15:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (FIB Unsoed) secara resmi memperluas jejaring kerja sama dengan menggandeng 36 instansi lintas sektor. Langkah strategis ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi para mahasiswa agar dapat melaksanakan program Magang Mandiri Berdampak di lingkungan profesional.

Kerja sama yang terjalin mencakup berbagai bidang usaha mulai dari transportasi nasional, penyedia jasa telekomunikasi, hingga badan usaha milik daerah. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa prodi Sastra Inggris dan prodi lainnya mendapatkan akses langsung untuk mempraktikkan teori yang didapat di bangku perkuliahan. Dekan FIB Unsoed, Prof. Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum. mengatakan bahwa dirinya berharap hasil dari program magang ini memberi kontribusi tinggi bagi perusahaan serta membantu mempercepat keterserapan alumni.

"Kami sangat berharap hasil dari Magang Berdampak ini memberikan kontribusi tinggi bagi perusahaan serta membantu mempercepat keterserapan alumni," ujarnya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto menjadi salah satu mitra utama yang telah menjalin kolaborasi cukup lama dengan kampus tersebut. Instansi ini melihat kehadiran mahasiswa magang sebagai bagian dari komitmen untuk mengembangkan pelayanan transportasi berstandar internasional.

Perwakilan PT KAI Daop 5, Candra Hermanto, memproyeksikan bahwa para mahasiswa dapat mengisi posisi krusial seperti bagian Hubungan Masyarakat dan pelatihan bagi tenaga frontliner. Hal ini diharapkan dapat mengasah kemampuan komunikasi bahasa asing para pekerja melalui interaksi langsung dengan mahasiswa Sastra Inggris.

"Ekspektasi kami sejalan dengan komitmen PT KAI yang ingin mengembangkan generasi muda. Kami ingin mahasiswa membantu mengasah kemampuan Bahasa Inggris para frontliner kami agar pelayanan kami semakin go internasional," ucap Candra.

Sinergi serupa juga ditunjukkan oleh Telkom Purwokerto yang fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi publik mahasiswa di kantor pelayanan. Kerja sama ini menitikberatkan pada kemampuan mahasiswa dalam menghadapi berbagai karakter pelanggan.

Perwakilan Telkom Purwokerto, Puspo, berharap melalui kemitraan ini mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori akademik, tetapi mampu melakukan praktik nyata yang relevan. Lingkungan kerja profesional yang disediakan mitra menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk menguji ketangguhan mental dan soft skill mereka.

"Kantor mitra pastinya memberikan banyak praktik sebagai bekal dunia kerja nyata. Harapannya mahasiswa bisa engikuti aturan kantor dengan baik dan mengimplementasikan ilmu mereka secara maksimal," kata Puspo.

Perumdam Tirta Satria Banyumas turut memberikan apresiasi tinggi terhadap program kolaborasi pendidikan ini sebagai bentuk sinkronisasi dunia akademik. Sebagai instansi yang bergerak di bidang pelayanan publik, mereka menyambut baik peran mahasiswa dalam mendukung kinerja komunikasi instansi.

Pihak Perumdam Tirta Satria Banyumas, Agustin, menekankan bahwa magang merupakan proses belajar bekerja yang sangat bermanfaat bagi persiapan karir mahasiswa setelah lulus. Kontribusi mahasiswa dalam berkomunikasi dengan pelanggan dipandang sebagai nilai tambah yang signifikan bagi operasional harian perusahaan mitra.

"Magang adalah belajar bekerja, sehingga apa yang mereka pelajari di tempat kami bisa diterapkan dan bermanfaat di luar sana nanti," ujar Agustin. (Vera Purmadani Fitria)

Rekomendasi Berita