Eksistensi AI: antara Sahabat dan Tantangan bagi Mahasiswa
- 25 Feb 2026 10:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Artificial Intelligence (AI) merupakan sebuah kecerdasan buatan. Teknologi ini dirancang sedemikian rupa untuk memungkinkan mesin meniru kemampuan manusia, seperti berpikir, belajar, serta mengambil Keputusan. Tentunya, teknologi ini mempunyai dampak, khususnya di zaman sekarang bagi mahasiswa yang erat dengan teknologi.
Dalam Program Young Entrepreneur Pro 2 RRI Purwokerto bersama Aditia Rizki Santosa – Manager Operational PT KIB membahas tema “Teknologi dan AI: Sahabat atau Tantangan buat Mahasiswa”. Dalam hal ini, Aditia menyampaikan pandangannya terhadap eksistensi teknologi dan AI di tengah-tengah mahasiswa.
Aditia mengungkapkan kalau dalam penggunaan AI, sebisa mungkin tidak mengambil mentah-mentah hasil AI tersebut. Dalam hal ini, kita tetap menggunakan pikiran kita dalam mengolah hasil AI itu. “Karena sebisa mungkin kita tetap menggunakan critical thingking kita, karena di mana pun bagaimana pun hasilnya yang tetap menjalankan atau mempresentasikan itu kan kita sendiri, bukan AI, gitu,” jelas Aditia.
AI sendiri memang sangat membantu dan memudahkan kerja manusia. Khususnya mahasiswa yang pada dasarnya berkuliah dan tentunya mempunyai tugas, sehingga keberadaan AI tersebut dapat mempermudah pengerjaan tugas tersebut.
Aditia juga menyampaikan bahwa penggunaan AI bagi dirinya di perkuliahan memang sangat membantu. Namun, tetap dengan penerapan critical thingking tersebut. Sebab, tantangan yang muncul dalam penggunaan AI pun berasal dari diri sendiri, yaitu dalam menyikapi penggunaan AI tersebut. “Sebenarnya semua AI itu bener, tetapi balik lagi yah, kita jangan bergantung pada AI aja, karena manusia ini dikatakan punya salah satu pikiran-pikiran yang udah diciptakan di Atas, sebisa mungkin kita mengasah pemikiran kita,” jelasnya.
Pada dasarnya, penggunaan teknologi dan AI dapat sangat membantu mahasiswa. Namun, perlu diperhatikan kalau penggunaan AI sendiri mempunyai dampak positif dan negative, sehingga balik lagi pada diri sendiri bagaimana kita menggunakan teknologi tersbeut. (Helmalia)