Tidur di Bulan Ramadan, Menjaga Ritme Tubuh dan Kendali Diri
- 11 Mar 2026 13:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Bulan Ramadan menjadi momen panjang yang menghadirkan perubahan pola aktivitas terhadap setiap orang yang menjalankan ibadah puasa, seperti waktu makan yang bergeser ke malam dan dini hari, aktivitas ibadah yang meningkat, serta jam tidur yang tidak sama seperti hari biasanya. Dalam kondisi tersebut, tidur lebih awal saat malam hari dan siang hari menjadi pilihan yang sering diincar oleh setiap orang untuk mengisi dan memulihkan energi.
Pada dasarnya, tidur merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi, termasuk saat di bulan Ramadan. Istirahat yang cukup bisa membantu tubuh memulihkan energi setelah beraktivitas seharian tanpa asupan makanan dan minuman. Tidur yang cukup juga memberikan dampak yang baik bagi kesehatan fisik maupun mental, salah satunya dapat membantu manusia menjalankan aktivitas dengan lebih rileks dan seimbang selama Ramadan.

“Waktu beraktivitas di siang hari, badan mudah lelah dan jadi cepat ngantuk. Biasanya setelah subuh dan pulang beraktivitas, aku tidur sebentar untuk memulihkan energi,” ungkap Fia, salah mahasiswi di Purwokerto.
Kondisi tubuh yang tidak menerima waktu istirahat cukup dapat membuat tubuh mudah lelah, kurang fokus, dan rentan mengalami penurunan daya tahan, sehingga mengatur kebutuhan waktu tidur penting untuk dilakukan. Meski demikian, tidur berlebihan saat berpuasa juga tidak dianjurkan. Terlalu banyak tidur, terutama saat di siang hari dapat membuat tubuh terasa lemas dan menyita waktu produktif yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik saat bulan Ramadan.
Tidur di bulan Ramadan mengajarkan setiap orang yang menjalankan ibadah puasa untuk belajar mengelola waktu dan kendali diri, tidak hanya sebatas mengisi dan memulihkan energi. Dengan tidur yang cukup dan tidak berlebihan, Ramadan dapat dijalani sebagai kesempatan menjaga kesehatan tubuh sekaligus melatih kedisiplinan waktu. Tubuh tetap terjaga kebugarannya dan aktivitas harian tetap dapat berlangsung dengan optimal. (Ninda)