Semur Jengkol Menu Favorit, Dokter Khoerul Mufid Ingatkan Konsumsi Secukupnya
- 27 Feb 2026 15:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Semur jengkol menjadi salah satu hidangan rumahan yang kerap menggugah selera, termasuk saat bulan Ramadan. Dengan bumbu sederhana namun kaya rasa, menu ini sering hadir sebagai pelengkap santapan sahur maupun berbuka puasa.
Untuk membuat semur jengkol, bahan yang dibutuhkan cukup sederhana, antara lain jengkol yang telah direbus hingga empuk, bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, daun salam, lengkuas, kecap manis, serta garam dan gula secukupnya. Bumbu yang telah dihaluskan ditumis hingga harum, kemudian jengkol dimasukkan bersama kecap manis dan sedikit air hingga bumbu meresap dan kuah mengental.
Cita rasa gurih manis dengan tekstur jengkol yang empuk membuat hidangan ini banyak digemari masyarakat.
Namun demikian, dr. Khoerul Mufid mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi jengkol secara berlebihan, terutama saat bulan puasa. Ia menjelaskan, jengkol sebenarnya boleh dikonsumsi, tetapi perlu memperhatikan jumlah dan kondisi kesehatan tubuh.
“Saya tidak melarang makan jengkol saat puasa, tetapi sebaiknya tidak berlebihan karena kandungan asam jengkolat dapat memengaruhi fungsi ginjal jika dikonsumsi terlalu banyak,” ujar dr. Khoerul Mufid.
Ia menambahkan, konsumsi jengkol dalam porsi wajar umumnya tidak menimbulkan masalah bagi orang yang sehat. Namun bagi yang memiliki riwayat gangguan ginjal, sebaiknya membatasi atau menghindari makanan tersebut.
dr. Khoerul Mufid juga menyarankan agar masyarakat tetap mengimbangi konsumsi makanan dengan minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka, sehingga tubuh tetap terhidrasi selama menjalani ibadah puasa.
Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi secukupnya, semur jengkol tetap dapat dinikmati sebagai menu khas rumahan tanpa mengganggu kesehatan.