Pasca Banjir Lumpur, Baturraden Tetap Aman dan Kondusif
- 30 Jan 2026 19:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pegiat dan pengelola wisata di Baturraden kampanyekan "Baturraden Aman" untuk Berwisata. Menanggapi kekhawatiran wisatawan pasca peristiwa banjir di area lereng Gunung Slamet, para pengelola objek wisata dan pegiat pariwisata di kawasan Baturraden bergerak cepat.
Mereka memastikan bahwa destinasi wisata di lereng selatan ini tetap aman, kondusif untuk dikunjungi. Sebab, di Baturraden dan sekitarnya tidak hanya terdapat wisata air.
Salah satu pelaku usaha jasa pariwisata, Tekad, menekankan bahwa kondisi geografis dan vegetasi di sisi selatan Gunung Slamet menjadi benteng alam yang kuat. Kondisi itu yang menjadikan di wilayah Baturraden dampak banjirnya tidak signifikan.
"Kalau di wilayah lereng selatan Gunung Slamet, mulai Baturraden sampai ke pelatarannya semuanya aman, karena hutannya masih lestari. Jadi jangan takut untuk berkunjung ke Baturraden, karena Baturraden masih adem ayem," katanya, usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pengelola wisata, di Massapi Resto Baturraden, Jumat (30/01/2026).
Owner RM Putri Gunung itu menyampaikan, pada pertemuan kali itu, setidaknya ada sejumlah pengelola wisata yang hadir. Mereka melakukan koordinasi untuk melakukan kampanye bahwa Baturraden masih kondusif. Langkah ini untuk menyikapi beredarnya informasi di sosial media, yang masih simpang siur dan tidak semua nyata dengan kondisi sebenarnya.
"Pertemuan ini dihadiri oleh pelaku dan pegiat wisata di sekitar Baturraden yang sudah paham betul situasi dan kondisi di Baturraden, sehingga apa yang disampaikan real dan objektif," kata Owner RM Putri Gunung ini.
Hal senada disampaikan oleh Manager Klaster Banyumas PT Palawi Risorsis, Farachin. Dia menyampaikan bahwa selama ini untuk lereng selatan Gunung Slamet relatif aman.
Vegetasi yang masih bagus setidaknya bisa untuk mencegah banjir ataupun longsor, khususnya ketika terjadi hujan lebat di kawasan Gunung Slamet.
Dia tidak memungkiri, jika beberapa objek wisata di bawah naungan Palawi, khususnya air terjun, terdampak banjir. Hanya saja dia mentargetkan tidak sampai satu bulan sudah bisa kembali dikunjungi.
"Langkah yang kami lakukan, tentunya membereskan material dampak banjir, dan paling lama satu bulan sudah bisa kembali normal," ujarnya.
Dia menambahkan, bahwa di kawasan objek wisata yang ada bukan hanya air terjun. Para wisatawan bisa bisa melakukan aktivitas lain, seperti outbon dan lainnya.
"Wisata di sini, Palawi dan sekitarnya kan tidak hanya wisata air. Jadi kami ajak kepada masyarakat untuk tidak khawatir berwisata di kawasan sini," ujarnya.
Kepala UPT Lokawisata Wisata Baturraden, Suyanto menambahkan, Sungai Gumawang yang berada di dalam Lokawisata Baturraden memang mengalami kenaikan debit pada saat peristiwa beberapa waktu lalu.
Namun, kondisi saat itu dia pastikan masih dalam batas wajar. Luapan air ke daratan masih termasuk aman. Beberapa material yang terbawa arus, dipastikan bukan merupakan batang pohon baru. Melainkan batang-batang kayu yang telah lama berada di air.
"Jadi kami bisa memastikan itu bukan pohon yang baru tumbang karena longsor. Tetapi potongan batu kayu itu merupakan potongan yang sudah lama di sungai kemudian terbawa. Jadi bukan karena ada longsor," kata dia.
Dia menambahkan, di loka wisata Baturraden bukan hanya Curug Gumawang yang bisa dinikmati. Tetapi masih ada sejumlah wahana yang masih bisa dikunjungi dan dipastikan aman.
"Baturraden masih ada kolam renang, sepeda air, dsb. Bahkan banyak juga yang ke Baturraden sekedar menikmati nuansa alam sembari makan pecel atau sate," ujarnya.
Founder Media Sosial Info Purwokerto, Irfan Bakhtiar turut memberikan sumbangsih dalam upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat tentang wisata aman di Baturraden.
Dia menjelaskan, arus informasi di sosial media saat ini tidak bisa dibendung. Karena diera digital saat ini, setiap orang ingin berlomba menjadi yang terdepan dalam mengabarkan informasi.
"Yang diserbarkan kemarin adalah berita tentang peristiwanya, yang mengakibatkan beberapa tempat wisata kena dampak, terutama terkait trust, kepercayaan publik," kata dia.
Sebagai upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat, pria yang akrab disama Ibe, menyarankan para pengelola dan pegiat wisata, serta para pemilik akun media sosial, untuk membuat konten yang bermuatan informasi tentang jaminan keamanan dan bagaimana langkah penanganan paska peristiwa.
"Informasi sampai hari ini itu masih terkait peristiwanya. Belum ada informasi tentang bagaimana penanganannya, bagaimana recovery-nya, jaminan keamanannya seperti apa. Nah pertemuan kali ini kami meminta para pengelola membuat konten tentang informasi yang bisa kami (pegiat sosmed, red) bisa sampaikan ke publik," kata dia.