Pengelola Wisata Hutan Pinus Limpakuwus Siapkan Antisipasi Kecelakaan Pengunju
- 11 Mar 2026 10:00 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pengelola kawasan wisata alam Hutan Pinus Limpakuwus terus meningkatkan standar keselamatan bagi para pengunjung guna mengantisipasi potensi kecelakaan. Terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dipertengahan bulan Suci Ramadan saat ini.
Kepala Koperasi pengelola wisata tersebut, Eko Purnomo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah pencegahan. Salah satunya, untuk memastikan wisatawan tetap aman saat berkunjung ke kawasan hutan pinus yang berada di lereng selatan Gunung Slamet tersebut.
Menurutnya, standar keselamatan menjadi salah satu prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata alam. Oleh karena itu, pengelola menyediakan sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari asuransi bagi pengunjung hingga layanan kesehatan.
“Kami memastikan ada jaminan keselamatan bagi pengunjung, termasuk penyediaan asuransi dan fasilitas kesehatan sebagai bentuk antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Eko.
Selain itu, pihak pengelola juga mengidentifikasi sejumlah potensi risiko yang mungkin terjadi di kawasan wisata tersebut. Salah satu yang paling sering diwaspadai adalah kondisi cuaca ekstrem, terutama angin kencang dan hujan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Menurut Eko, faktor alam tersebut menjadi perhatian utama karena lokasi wisata berada di kawasan terbuka dengan banyak pepohonan pinus yang tinggi. “Potensi yang paling rawan di sini biasanya angin kencang dan petir. Selain itu hujan juga bisa membuat kondisi tanah menjadi licin,” katanya.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, pengelola telah menyiapkan berbagai fasilitas keselamatan, seperti rambu peringatan di sejumlah titik serta sistem himbauan melalui perangkat elektronik. Selain itu, tim kesehatan juga disiagakan di area wisata untuk memberikan penanganan awal jika terjadi kecelakaan.
“Di wisata alam biasanya risiko yang sering terjadi adalah pengunjung terpeleset karena kondisi tanah yang naik turun atau licin. Karena itu kami siapkan tim kesehatan untuk penanganan awal,” katanya.
Meski demikian, selama bulan Ramadan jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Hutan Pinus Limpakuwus justru mengalami penurunan dibanding hari-hari biasa. Kondisi ini dinilai wajar karena sebagian masyarakat lebih memilih fokus menjalankan ibadah selama bulan puasa.
Dalam operasionalnya, pengelola tetap menerapkan pengaturan kapasitas pengunjung sesuai dengan luas area wisata. Jika kondisi cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda ekstrem, pengelola akan segera mengambil langkah evakuasi.
“Kami sudah menyiapkan skema jika cuaca memburuk. Pengunjung akan diarahkan ke tempat yang aman atau difasilitasi jika ingin segera pulang,” katanya.
Pengelola juga menyediakan bantuan perlengkapan seperti mantel hujan bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua. Sementara bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat, area parkir aman juga telah disiapkan.
Apabila terjadi insiden, tim pengelola akan melakukan penanganan awal sebelum berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat. Untuk mendukung hal tersebut, pengelola telah menjalin kerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit di sekitar wilayah wisata.
“Kami memiliki tim kesehatan yang sudah dilatih untuk penanganan awal. Setelah itu jika diperlukan akan langsung kami koordinasikan dengan pihak puskesmas atau rumah sakit,” ujarnya.
Melalui berbagai upaya tersebut, pengelola berharap wisatawan dapat merasa aman saat berkunjung ke kawasan wisata alam tersebut. Pengunjung juga diimbau untuk selalu mematuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan.