Tradisi Munggahan Melayu Natuna Tetap Terjaga

  • 12 Feb 2026 21:26 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Tradisi munggahan masih dijalankan oleh masyarakat Melayu di Kabupaten Natuna sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini umumnya dilakukan beberapa hari sebelum awal puasa dengan menggelar doa bersama dan makan bersama keluarga maupun masyarakat sekitar.

Munggahan dalam tradisi Melayu dipahami sebagai momentum mempererat silaturahmi serta membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki Ramadan. Di sejumlah desa di Natuna, kegiatan ini dilaksanakan di rumah warga, masjid, maupun di lokasi tertentu yang telah disepakati bersama.

Menurut buku Adat Istiadat Melayu Kepulauan Riau terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tradisi menyambut Ramadan di kalangan masyarakat Melayu identik dengan kegiatan berkumpul, doa selamat, serta makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna, Wan Mulyadi, mengatakan bahwa munggahan bukan sekadar kegiatan makan bersama, tetapi memiliki makna spiritual dan sosial. “Munggahan menjadi cara masyarakat memperkuat hubungan kekeluargaan sekaligus memohon keberkahan sebelum menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, masyarakat biasanya membawa hidangan dari rumah masing-masing untuk dinikmati bersama. Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu Natuna.

Peneliti budaya Melayu Kepulauan Riau, Dr. Zulkarnain, dalam kajiannya mengenai tradisi Islam Melayu pesisir, menyebutkan bahwa tradisi menyambut Ramadan seperti munggahan merupakan bentuk akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal yang berkembang secara turun-temurun.

Meski mengalami penyesuaian seiring perkembangan zaman, tradisi munggahan di Natuna masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Pemerintah daerah dan lembaga adat setempat juga terus mendorong pelestarian tradisi ini agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Dengan tetap dilaksanakannya munggahan setiap tahun, masyarakat Natuna menunjukkan komitmennya dalam menjaga nilai budaya dan memperkuat kebersamaan menjelang bulan suci Ramadan.

Rekomendasi Berita