RRI.CO.ID, Natuna - Tren perjalanan atau tren wisata terus berubah seiring berjalannya waktu dan dipengaruhi beberapa faktor, termasuk teknologi, ekonomi, sosial-budaya, infrastruktur, alam, hingga kebijakan pemerintah.
Dilansir dari CNN Indonesia, setidaknya ada lima gaya perjalanan yang diprediksi ajan populer di tahun 2026. Tren ini bisa jadi inspirasi untuk kamu yang sesang merencanakan liburan.
1. Astri-tourism (wisata langit)
Menyaksikan pemandangan langit malam (astro-tourism) tampaknya jadi tujuan wisata yang populer tahun 2026. Astro-tourism diminati karena perasaan bisa lebih terasa damai setelah melihat langit. Selain itu, tren wisata ini juga bisa memberikan manfaat positif bagi komunitas di wilayah terpencil, karena fokus pariwisata tidak kahi ke atraksi terkenal.
Perjalanan nostalgia
Sekarang para wisatawan lebih senang datang ke tempat yang membawa kembali memori masa kecilnya. Nostalgia seperti ini dianggap memberikan kesan yang lebih berharga.
Pendiri 360 Private Travel, James Turner mengatakan bahwa wisatawan kini mendambakan pengalaman yang benar-benar bisa membuat mereka tertawa dan mengingatkan tentang bagaimana rasanya ketika sesuatu pernah terjadi.
Menurutnya, nostalgia akan terus menjadi pengaruh besar dalam rencana perjalanan para pelancong di tahun-tahun yang akan datang. Pasalnya, perjalanan nostalgia terhubung dengan emosi dan kenangan hidup seseorang.
Pengalaman komunitas
Pemesanan untuk pengalaman budaya dan komunitas telah berlipat ganda dibandingkan dengan tahun 2025, menurut operator tur Timbuktu Travel.
Artinya, wisatawan ingin mencari pengalaman berlibur yang lebih autentik, alih-alih berdesakan di destinasi populer yang mainstream.
Perjalanan solo
Banyak juga pelancong yang sekarang pergi berlibur dan tidak menerima campur tangan siapa pun, hanya ada dia dan dirinya sendiri. Itulah mengapa, liburan solo sedang booming akhir-akhir ini.
Perusahaan asuransi, True Traveller, telah melihat peningkatan yang stabil akan hal ini. Orang-orang di setiap kelompok usia menginginkan perlindungan untuk dirinya sendiri, tak terkecuali ketika liburan singkat sekali pun.
Mempertimbangkan dampak over-tourism
Menariknya, kini wisatawan mulai berpikir dua kali sebelum memutuskan berlibur ke tempat wisata yang dianggap berlebihan.
Penelitian Interpid mengungkapkan, pariwisata yang berlebihan telah mempengaruhi pilihan tujuan untuk hampir setengah warga Inggris atau sekitar 44 persen. Angka ini hampir dua kali lipat dari tahun 2022.
Mulai ada kesadaran di antara para pelancong, bahwa tempat yang mereka kunjungi bisa berdampak pada komunitas lokal. Sekarang orang-orang ingin menemukan tempat-tempat yang kurang terkenal dan jauh dari keramaian.