Bank Sampah USK Ajak Kurangi Penggunaan Plastik

  • 26 Nov 2025 02:25 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang – Bank Sampah Universitas Syiah Kuala (USK) terus mempertegas komitmennya sebagai pusat edukasi dan penggerak kepedulian lingkungan di Aceh. Melalui berbagai kegiatan, lembaga ini tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga memberikan pembelajaran langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengolah sampah secara tepat.

Bersinergi dengan mahasiswa, dosen, dan warga sekitar kampus, Bank Sampah USK secara konsisten mendorong lahirnya budaya hidup bersih dan ramah lingkungan. Salah satu program unggulannya adalah pelatihan pemilahan sampah, yang mengajarkan masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Langkah sederhana ini terbukti efektif dalam menekan jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Ketua Bank Sampah USK, Ir. Rama Herawati, MP, dalam Dialog Tanggap Bencana Programa 1 RRI Banda Aceh pada Selasa (25/11/2025), menilai bahwa bank sampah idealnya hadir di setiap desa dan unit pendidikan. Menurutnya, keberadaan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai ruang diskusi dan edukasi mengenai penanganan limbah, khususnya limbah plastik.

“Penanganan sampah plastik tidak cukup dengan teori, Kita harus mengambil langkah nyata dengan mengurangi penggunaannya, terutama plastik sekali pakai yang masih banyak digunakan untuk belanja atau kemasan makanan,” ujarnya.

Rama mengingatkan bahwa plastik membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai. Karena itu, ia mengajak masyarakat membawa kantong belanja sendiri, menghindari penggunaan plastik untuk kemasan kue dan makanan, serta menanamkan kebiasaan bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing. “Sampah sendiri bereskan sendiri, jangan menunggu petugas yang membereskan,” tegasnya.

Baca Juga : Sampah Plastik, Masalah Sepele yang Berdampak Besar diAceh

Rekomendasi Berita