Ibu Menyusui Ingin Berpuasa ? Ini Penjelesan Dokteelr
- 19 Feb 2026 10:01 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Bulan puasa Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggu oleh umat muslim. Di bulan ini umat muslim berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, termasuk juga ibu yang sedang menyusui anaknya.
Namun muncul pertanyaan apakah ibu menyusui itu boleh berpuasa ? dr. Nuril Annissa, M.Si selaku Dokter Konselor Menyusui dan Wakil Ketua AIMI Aceh mengatakan, tidak ada larangan ibu menyusui untuk berpuasa jika kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Dalam ajaran Islam ibu menyusui termasuk golongan orang yang diringankan untuk tidak berpuasa, jika dapat membahayakan ibu dan bayi.
“Jikalau ibu menyusui menahan lapar sebentar itu tidak mempengaruhi ASI, kalau lapar ini berkelanjutan secara kronik akan mempengaruhi cara tubuh bekerja, nah puasa di bulan Ramadan bagi ibu menyusui apakah dapat optimal memenuhi nutrisi selama berpuasa, jadi ibu menyusui boleh berpuasa tergantung dengan kondisi ibu dan bayinya”, ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Rabu 18 Februari 2026.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dari penelitian yang ada bahwa berpuasa di bulan Ramadan tidak mempengaruhi komposisi dari ASI itu sendiri. Pada sebagian ibu puasa tidak secara signifikan mengurangi jumlah ASI jika asupan saat sahur dan berbuka tercukupi nutrisinya, namun apabila si ibu dehidrasi atau kekurangan cairan dan kalori maka dapat mempengaruhi energi dan pengurangan produksi ASI tersebut.
“Ibu yang mempunyai bayi berusia enam bulan kebawah, banyak ahli sepakat bahwa kalau bisa ditunda dulu puasanya, karena dengan aktivitas seperti mengendong bayi, menyusui, dapat membuat kalori dalam tubuh ibu dapat berkurang, dan ini adalah fase-fase paling urgent sekali karena anak hanya bergantung pada ASI”, tambahnya.
Tips yang aman bagi ibu menyusui dalam berpuasa Ramadan yaitu:
- Konsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang. Makanan tersebut pastikan mengandung protein, sayur dan buah, lemak serta karbohidrat.
- Penuhi kebutuhan cairan. Konsumsi air putih 2,5-3 liter antara sahur dan berbuka.
- Jangan tinggalkan makan sahur, karena sahur sangat penting untuk tetap menjaga energi saat berpuasa.
- Waspada tanda jika tubuh terasa pusing yang hebat, bayi lemas, produksi urinnya menurun dan lemas, segera batalkan puasa.