Bu Gring, Cemilan Renyah khas Aceh yang Melegenda
- 13 Sep 2025 23:52 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Aceh tidak hanya dikenal dengan panorama dan tempat wisata yang indah, tetapi terkenal juga dengan kuliner-kuliner tradisionalnya. Salah satu cemilan renyah nan legit masih di gemari saat ini adalah Bu Gring yang masih menjadi kebanggaan masyarakat Aceh.
Nama “Bu Gring” berasal dari bahasa Aceh yang berarti kriuk atau renyah sesuai dengan teksturnya. Cemilan tradisional ini menyimpan nilai budaya dan sering disajikan pada acara-acara seperti hari raya atau lebaran, sebagai hantaran pengantin dan juga sering dijadikan oleh-oleh.
“Walaupun sekarang banyak sekali cemilan modern dengan tampilan yang menarik dan rasanya enak, akan tetapi bu gring sebagai cemilan tradisional masih menjadi favorit lho kak. Bu Gring ini sudah banyak dijual dipasar atau toko-toko. Dan juga di jadikan hantaran pengantin, untuk saian lebaran, teksturnya renyah dan legit kak, rasanya pun enak banget”, ujar Mauliani salah seorang warga Gampong Balohan Kecamatan Sukajaya Kota Sabang, Sabtu (13/9/2025).
Kak Imul panggilan akrabnya menceritakan bagaimana cara membuat cemilan Bu Gring ini. Karena Bu Gring terbuat dari beras ketan dan manisan nira (air pohon aren yang sudah dimasak), maka langkah awalnya adalah, siapkan beras ketan kemudian cuci hingga bersih, lalu kukus, setelah matang beras ketan dijemur hingga kering.
Setelah kering, beras ketan digoreng lalu tiriskan. Langkah selanjutnya siapkan wajan masukan manisan nira, lalu masak hingga mendidih dan mengental, kemudian masukan beras ketan yang sudah digoreng tadi, aduk sampai merata dengan sempurna.
Dan setelah merata dengan sempurna, masukan kedalam cetakan dan beri pemberat diatasnya agar adonan beras ketan tadi lebih padat. Setelah dingin Bu Gring dari beras ketan dan manisan nira siap untuk di konsumsi.
Bu Gring ini memiliki tekstur yang renyah dan rasa manis alami dari manisan nira menjadikan rasa yang legit dan enak tentunya. Rasanya yang gurih dan manis membuat Bu Gring sangat cocok disantap kapan saja baik sebaai teman ngopi atau teh bersama teman dan juga berkumpul bersama keluarga, dengan bentuk yang sederhana, membuat setiap orang yang mencicipinya akan ketagihan.
Ditengah maraknya cemilan modern, Bu Gring menjadi bukti bahwan cemilan tradisional masih melekat di hati masyarakat. Dengan melestarikan cemilan-cemilan tradisional dapat menjaga resep dan merawat identitas budaya Aceh yang kaya akan nilai tradisi.