Wisata Sabang Masih Lenggang Menjelang Pergantian Tahun

  • 31 Des 2025 12:36 WIB
  •  Sabang

KBRN, SABANG : Aktivitas pariwisata di Kota Sabang hingga menjelang malam pergantian tahun 2026 terpantau lesu. Kombinasi faktor cuaca ekstrem, trauma bencana alam, serta dinamika isu politik berkembang di Aceh disinyalir menjadi penyebab utama merosotnya angka kunjungan wisatawan secara drastis.

Pemandu wisata Sabang, Suhelmi, mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini mengalami penurunan hingga 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tambahnya, kondisi memprihatinkan ini dirasakan langsung oleh para pelaku jasa pariwisata di Pulau Weh.

"Untuk liburan Nataru tahun ini sangat sepi. Jika dipersentasikan penurunan kunjungan mencapai 80 persen. Saat ini mayoritas yang datang hanya beberapa wisatawan mancanegara terutama dari Malaysia sementara wisatawan lokal masih sangat minim," kata Suhelmi saat diwawancarai RRI Rabu (31/12/2025).

Suhelmi menambahkan, lesunya kunjungan ini berdampak luas hingga ke objek wisata favorit seperti Pulau Rubiah. Terangnya, penurunan jumlah wisatawan yang menyeberang untuk snorkeling maupun menikmati atraksi wisata bahari lainnya sangat terasa menurun signifikan. Kondisi ini secara otomatis memukul pendapatan para pedagang UMKM di Pulau Rubiah yang selama ini menggantungkan perputaran ekonomi dari kunjungan pelancong.

"Di periode akhir tahun seperti ini, jika dibandingkan tahun lalu, biasanya ribuan wisatawan sudah memadati kawasan Pulau Rubiah. Tahun ini jumlahnya hanya berkisar ratusan orang, suasananya terasa sangat lengang,” jelasnya.

Rendahnya minat wisatawan domestik dipicu oleh rasa khawatir terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu serta berbagai isu yang berkembang di daratan Aceh belakangan ini. Dampaknya, para pelaku wisata yang semula berharap meraup keuntungan besar dari momentum akhir tahun, kini harus bertahan dengan pendapatan yang sangat terbatas.

"Sangat disayangkan, momentum yang seharusnya menjadi kesempatan bagi teman-teman pelaku wisata untuk mendapat penghasilan lebih, sekarang justru hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Pendapatan menurun sangat tajam," tambahnya.

Kondisi lesunya pariwisata ini menjadi pukulan bagi ekosistem ekonomi di Sabang mulai dari pemandu wisata hingga penyedia jasa lainnya. Para pelaku wisata berharap stabilitas dan kondisi cuaca di Aceh segera membaik agar kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Sabang pulih di awal tahun nanti.

Rekomendasi Berita