Duta Bahasa: Kehilangan Bahasa Berarti Kehilangan Peradaban

  • 27 Feb 2026 05:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Indonesia bukan sekadar negara kepulauan, melainkan raksasa linguistik dunia dengan kekayaan bahasa daerah yang luar biasa. Berada di peringkat kedua pemilik bahasa daerah terbanyak secara global, pelestarian bahasa ibu menjadi harga mati untuk mempertahankan peradaban bangsa.

Dalam dialog Odah Bekesah di RRI Samarinda, Muhammad Tirta Artesian, Pemenang 1 Duta Bahasa Kaltimtara 2025, memaparkan fakta membanggakan mengenai posisi Indonesia di peta bahasa dunia. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 729 bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

"Indonesia adalah pemilik bahasa daerah terbanyak kedua di seluruh dunia setelah Papua Nugini. Kita harus bangga memiliki bahasa daerah yang sangat banyak ini karena itu mencerminkan suatu peradaban," ujar Tirta.

Tirta menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas yang melekat pada setiap individu. Ia memperingatkan bahwa kepunahan sebuah bahasa daerah merupakan sinyal bahaya bagi keberlanjutan sejarah dan budaya suatu kelompok masyarakat.

"Ketika kita kehilangan suatu bahasa daerah, maka kita juga akan kehilangan satu peradaban itu sendiri," ucapnya.

Senada dengan itu, Jacinta Maharani Mulawarman, Pemenang 1 Duta Bahasa Kaltimtara 2025, menambahkan bahwa kekayaan bahasa inilah yang menjadi "nilai jual" utama Indonesia di mata internasional. Menurutnya, keragaman budaya dan bahasa merupakan paket lengkap yang tidak dimiliki oleh banyak negara lain di dunia.

"Kebudayaan itulah nilai jual kita di mata internasional. Sayang banget kalau karena alasan merasa 'kurang keren' sebagai WNI, kita malah ingin meninggalkan identitas itu. Di luar negeri, bahasa daerah kita justru makin dilihat orang," ujar Jacinta.

Di Kalimantan Timur sendiri, tercatat ada 16 bahasa daerah yang menjadi kekayaan lokal. Duta Bahasa Kaltimtara mengajak generasi muda di Bumi Etam untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor aktif dalam menjaga warisan dunia ini.

"Bahasa daerah membentuk identitas dan integritas kita. Tanpa itu, kita hanya makhluk hidup yang tidak punya hati dan jati diri," kata Jacinta.

Rekomendasi Berita