Duta Wisata Samarinda Usung Semangat Pariwisata Berkelanjutan
- 03 Mar 2026 12:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pasangan Duta Wisata Samarinda 2025, Sakaum Muhajir dan Clarence Valerie, membawa semangat baru dalam mempromosikan Kota Tepian. Tidak sekadar mengenalkan destinasi, keduanya mengusung konsep pariwisata berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.
Dalam wawancara bersama rri.co.id, Selasa, 3 Maret 2026, Sakaum mengatakan visi mereka adalah mempromosikan sekaligus menginisiasi program kerja yang berfokus pada pariwisata berkelanjutan. Program tersebut diwujudkan melalui gerakan investasi sampah sebagai bagian dari kepedulian terhadap kesehatan lingkungan.
“Kami ingin mempromosikan dan menginisiasi program kerja yang berhubungan dengan pariwisata berkelanjutan. Misinya tergabung dalam program investasi sampah untuk kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Clarence menambahkan, Samarinda harus dikenal bukan hanya karena destinasi wisatanya, tetapi juga karena komitmennya terhadap keberlanjutan. Ia menilai pembangunan sektor pariwisata perlu mengedepankan kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kami ingin Kota Samarinda dikenal dengan pariwisata yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, sosial, budaya, dan juga ekonomi,” katanya.
Terkait potensi unggulan, keduanya sepakat bahwa Samarinda memiliki ragam destinasi yang layak dipromosikan lebih luas. Untuk wisata alam, ada susur Sungai Mahakam dan Bukit Steling, sementara wisata budaya dapat ditemukan di Desa Budaya Pampang.
Selain itu, sektor kuliner juga dinilai sangat potensial. Sentra-sentra kuliner di kawasan Cendana, Pramuka, hingga Lambung Mangkurat menjadi daya tarik tersendiri yang mampu memperkuat identitas kota.
Namun demikian, mereka mengakui tantangan terbesar adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam mempromosikan daerahnya sendiri. Masih banyak yang belum memahami arah dan potensi wisata lokal sehingga promosi dinilai perlu lebih masif dan kreatif.
Menurut Sakaum dan Clarence, generasi muda memiliki peran strategis karena tumbuh bersama era digital. Media sosial dinilai sebagai ruang efektif membangun persepsi, melakukan edukasi, sekaligus promosi destinasi.
“Peran generasi muda adalah menginisiasi program, bergabung dalam komunitas, dan memanfaatkan media sosial untuk membangun pariwisata Samarinda,” ucap Sakaum.
Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara, peluang kunjungan wisatawan ke Samarinda diprediksi meningkat. Kondisi ini dinilai sebagai kesempatan sekaligus tantangan untuk memastikan lonjakan wisata tetap terkendali dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun sosial masyarakat.
Di akhir wawancara, keduanya berpesan agar masyarakat menjadi wisatawan yang bijak. Mereka mengajak warga tidak sekadar datang dan berfoto, tetapi juga belajar, menjaga kebersihan, serta mendukung ekonomi kreatif di setiap destinasi yang dikunjungi.
“Jadilah wisatawan yang promotif dan peduli terhadap lingkungan sekitar serta ekonomi kreatif di tempat wisata,” kata Clarence.