Diskes Kaltim Insentifkan Puskesmas Layanan 24 Jam
- 27 Feb 2026 11:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyiagakan 188 puskesmas untuk menghadapi potensi penyakit infeksi baru, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Atas atau ISPA dan pneumonia.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, di Samarinda mengatakan penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons dilakukan melalui peningkatan kapasitas tenaga medis serta pembenahan layanan kesehatan tingkat pertama.
“Penyegaran informasi dan peningkatan kemampuan penanganan terkait ISPA serta pneumonia sangat krusial dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini kita,” ujarnya. Jumát 27 Februari 2026.
Ia menegaskan, penanganan pasien dengan keluhan demam dan batuk harus menjadi prioritas dan tidak ada aturan yang mewajibkan rujukan ke rumah sakit menunggu suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius.
Jaya juga memastikan sejumlah puskesmas telah mengoperasikan unit gawat darurat selama 24 jam untuk menangani kasus kegawatdaruratan. Layanan tersebut didukung kolaborasi perusahaan sekitar dalam penyediaan tenaga kesehatan jaga.
Terkait kasus kematian bayi yang sempat menjadi perhatian publik, ia menyebut pasien sebelumnya telah berobat di salah satu rumah sakit swasta sebelum kembali dalam kondisi berat. Dinkes Kaltim kini menelusuri secara menyeluruh riwayat penanganan medis guna memastikan standar pelayanan berjalan sesuai ketentuan.