Dinkes Kaltim Perkuat Edukasi dan Distribusi Vaksin DBD hingga Tingkat Sekolah
- 06 Mar 2026 07:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat edukasi dan distribusi vaksin demam berdarah dengue (DBD) sebagai bagian dari program prioritas penanggulangan penyakit menular. Selain vaksinasi, penyuluhan kepada masyarakat dinilai menjadi kunci utama pencegahan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati, menegaskan upaya penanganan DBD tidak hanya berfokus pada pemberian vaksin, tetapi juga peningkatan literasi kesehatan masyarakat.
“Bukan hanya vaksinnya saja, tetapi kita perlu meningkatkan penyuluhan. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur secara berjenjang sampai ke Puskesmas sudah melakukan edukasi, bukan hanya untuk DBD, tetapi juga penyakit prioritas lainnya,” ujar Fitnawati kepada RRI, dikutip Jumat 6 Maret 2026.
Menurutnya, edukasi dilakukan melalui tenaga promosi kesehatan serta didukung penyebaran informasi digital yang dapat diakses masyarakat hingga tingkat bawah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran terhadap bahaya DBD, khususnya saat musim pancaroba.
“Kami juga sudah membuat informasi kesehatan secara digital yang bisa diakses masyarakat. Terutama saat musim pancaroba, kami mengingatkan potensi penyakit yang dapat muncul,” ucapnya.
Selain itu, Dinkes Kaltim menggandeng lintas sektor, tokoh masyarakat, serta organisasi profesi untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Optimalisasi peran kader kesehatan, termasuk kader juru pemantau jentik (jumantik), juga dilakukan hingga lingkungan sekolah.
“Kami memiliki kader jumantik sampai di sekolah-sekolah. Ini yang harus dioptimalkan karena perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama pencegahan,” kata Fitnawati.
Terkait distribusi vaksin DBD, ia menjelaskan bahwa program tersebut masih bersifat percontohan atau pilot project sehingga tidak seluruh kabupaten/kota langsung menjadi sasaran. “Program vaksinasi DBD ini masih pilot project, jadi ada beberapa kabupaten/kota yang diprioritaskan,” ujarnya.
Pada 2025, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi salah satu daerah sasaran dengan distribusi sekitar 3.000 vial vaksin yang telah direalisasikan secara maksimal.
“Untuk Kutai Kartanegara, kami telah mendistribusikan sekitar 3.000 vial vaksin dan alhamdulillah pelaksanaannya berjalan maksimal,” ucapnya.
Dinkes Kaltim berharap kombinasi antara vaksinasi, penguatan kader jumantik, serta edukasi berkelanjutan dapat menekan angka kasus DBD secara signifikan di Kalimantan Timur, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan perilaku hidup bersih dan sehat.