Menghidupkan Warisan Budaya Melalui Rumah Adat Kota Samarinda

  • 07 Feb 2026 10:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Rumah Adat Kota Samarinda yang terletak di Jalan Kadrie Oening Nomor 8, Kelurahan Air Hitam, kini hadir sebagai pusat aktivitas budaya. Sejak diresmikan pada 19 April 2022, rumah adat ini dibangun untuk memajukan kebudayaan lokal. Ada tiga pilar bangunan utama yaitu rumah adat Banjar, Kutai, dan Dayak.

Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendorong rumah ini menjadi ruang ekspresi seni bagi individu maupun komunitas. Barlin Hady Kesuma selaku Kabid Kebudayaan Kota Samarinda, menekankan rumah adat ini adalah warisan yang hidup dan menghidupkan. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat arsitektur, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui interaksi langsung dengan pelaku seni.

Keterbukaan menjadi kunci utama pengelolaan kawasan ini. Meski secara fisik merepresentasikan suku Banjar, Kutai, dan Dayak, rumah adat ini terbuka untuk kegiatan dari etnis lain seperti Karo, Buton, Sunda, hingga komunitas Tionghoa.

"Rumah adat ini terbuka untuk semua komunitas. Bisa melakukan berbagai aktivitas untuk meningkatkan skill dan keterampilan. Kita berharap rumah adat ini menjadi tempat regenerasi budaya melalui pendidikan’’, ujar Barlin, dikutip 07 Februari 2026.

Berbagai fasilitas dan kegiatan rutin digelar, mulai dari workshop seni, pameran UMKM, latihan musik tradisi hingga festival seperti Samarinda Cultural Festival (SCF) dan Ragam Seni Budaya. Keberhasilan ini terlihat dari lonjakan jumlah pengunjung yang sangat signifikan. Jika pada tahun 2024 pengunjung hanya berkisar 5.000 orang, angka tersebut melesat hingga 17.000 orang pada tahun 2025.

Rumah adat juga menjadi pusat edukasi bagi generasi muda. Siswa dari tingkat TK hingga SMA rutin berkunjung untuk belajar tentang sejarah, olahraga tradisional, hingga filosofi di balik arsitektur rumah panggung. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan budaya dari pengaruh globalisasi.

Selanjutnya, rumah adat direncanakan menjadi pusat bagi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kota Samarinda. Produk budaya seperti sarung Samarinda, kuliner amplang, amparan tatak dan bubur peca akan diperkenalkan ke khalayak luas. Masyarakat yang ingin mengenal identitas asli Samarinda dapat berkunjung ke Rumah Adat Kota Samarinda.


Rekomendasi Berita