Rumah Adat Samarinda Jadi Markas Kreatif Gen Z

  • 07 Feb 2026 16:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Rumah Adat Kota Samarinda di Jalan Kadrioening, Kelurahan Air Hitam, kini tidak lagi sekadar bangunan simbol budaya. Tempat ini berubah menjadi ruang kreatif yang ramai dikunjungi generasi muda lintas etnis. Berbagai kegiatan seni, diskusi, hingga produksi konten digital mulai tumbuh dari kawasan tersebut.

Dalam dialog Odah Bekesah di RRI Samarinda, Kabid Kebudayaan Kota Samarinda, Barlin Hadi Kesuma, menyebut perubahan fungsi itu merupakan langkah strategis menjaga budaya tetap hidup. Pengelolaan rumah adat tidak lagi hanya berorientasi pada konservasi fisik. Kini, pendekatannya lebih terbuka terhadap kreativitas dan kebutuhan zaman.

“Rumah adat bukan hanya replika arsitektur yang statis, tapi sebuah ekosistem. Ini adalah titik temu antara tradisi dan dunia modern,” ujar Barlin. Menurutnya, ruang budaya harus mampu menjadi tempat anak muda berekspresi tanpa kehilangan akar lokal. Dengan cara itu, nilai tradisi dapat terus diwariskan.

Perubahan konsep tersebut berdampak langsung pada peningkatan kunjungan masyarakat. Data pengelola mencatat lonjakan dari 5.000 pengunjung pada 2024 menjadi 18.000 pengunjung pada 2025. Aktivitas berbasis komunitas dan dukungan promosi digital menjadi faktor utama peningkatan itu.

Pemerintah Kota Samarinda berharap rumah adat dapat menjadi contoh pengelolaan budaya yang adaptif. Ke depan, kolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif akan terus diperkuat. Langkah ini diharapkan menjadikan rumah adat sebagai markas kreatif yang berkelanjutan bagi generasi Z.

Rekomendasi Berita