Konsep Sapta Pesona Bakal Warnai Bontang Job Fair 2026

  • 09 Feb 2026 17:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Sinergi baru mewarnai rencana pelaksanaan Bontang Job Fair (BJF) 2026 yang kembali digelar Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Agenda tahunan ini hadir dengan konsep berbeda, mengusung pendekatan kolaboratif yang menggabungkan kebutuhan dunia kerja dengan nilai kreativitas dan budaya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Disnaker menggandeng Masyarakat Sadar Wisata (Masata) sebagai pelaksana kegiatan. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan BJF 2026 tidak hanya sebagai ajang mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya budaya kerja yang inovatif dan adaptif.

Ketua DPC Masata Bontang, Eko Satrya, menjelaskan, keterlibatan Masata merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor industri dan jasa secara bersamaan. Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif agar mampu menjawab tantangan era kerja yang semakin dinamis dan terdistribusi.

“Bontang Job Fair 2026 bukan sekadar bursa kerja konvensional. Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas, budaya, dan kesadaran pelayanan dapat menjadi bagian dari etos kerja yang meningkatkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Eko Satrya.

Langkah tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, berkelanjutan secara ekonomi, dinamis, dan sejahtera. Sinergi antara sektor ketenagakerjaan dan pegiat pariwisata dinilai mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih segar serta membuka peluang ekonomi baru.

Salah satu inovasi yang diusung dalam BJF 2026 adalah penerapan nilai-nilai Sapta Pesona, yakni Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan. Konsep yang selama ini dikenal dalam dunia pariwisata tersebut akan diterjemahkan ke dalam budaya profesional dan lingkungan kerja.

Eko Satrya menilai nilai Sapta Pesona relevan diterapkan di dunia kerja modern, terutama dalam membangun lingkungan kerja yang produktif sekaligus nyaman. Menurutnya, suasana kerja yang tertib, bersih, dan ramah akan meningkatkan semangat kerja serta memperkuat citra sektor jasa.

“Melalui pendekatan Sapta Pesona, kami ingin mendorong terciptanya lingkungan kerja yang tidak hanya mengejar target, tetapi juga menjunjung integritas, keramahan, dan kenyamanan, sehingga pekerja dapat berkembang secara profesional maupun personal,” katanya.

Selain menghadirkan peluang kerja, BJF 2026 juga akan menekankan edukasi dan pengembangan sumber daya manusia. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing, baik di sektor industri maupun ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Melalui konsep tersebut, Bontang Job Fair 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar bursa kerja. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat serapan tenaga kerja, mendukung keberlanjutan ekonomi daerah, serta mempertegas posisi Bontang sebagai kota industri dan jasa yang berkembang dengan tetap menjunjung nilai budaya dan pelayanan.

Rekomendasi Berita