Taman Monpera, Monumen Perjuangan Rakyat Balikpapan

  • 14 Feb 2026 16:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Setiap kali mengunjungi kota Minyak Balikpapan, entah kenapa tak pernah terbersit niat untuk mengunjunginya, padahal hanya tinggal berjalan kaki dari penginapan. Tapi pagi itu, tanpa rencana akhirnya langkah kaki mengarah ke area taman yang berada di jalan Jenderal Sudirman ini.

Di depan terpampang tulisan cukup besar “Monpera”, memasuki pintu di sisi kiri terlihat rombongan warga usia lanjut, dari seragam yang digunakan seperti akan berolahraga lien tien kung. Kelompok senam kesehatan ini memang kerap menjadikan taman sebagai tempat olahraga bersama.

Dari sisi kiri, nampak kokoh berdiri Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Monpera merupakan monumen patung perunggu tiga sosok yang mendirikan bendera, memperingati perjuangan rakyat Balikpapan melawan Belanda dan Jepang di area sumur Mathilda. Tapi sayang, ketika melihatnya, saya tak dapat menangkap maknanya, karena sepertinya ornamen monumen yang tidak lagi lengkap bahkan juga nampak tak terawat.

Dalam hati hanya berkata, “Sayang sekali tempat seperti ini, tidak mendapatkan perawatan yang tepat.” Padahal pemandangan di belakang monumen sangat indah. Ya, monumen yang berada di area taman ini bisa menjadi pilihan warga untuk bersantai sambil menikmati pantai.

Pantai Monpera ( Foto : RRI/Ratih W)

Seperti yang terlihat pagi itu, anak - anak riang berenang dan bermain air. Para orang tua memantau dari tepi sambil menikmati hembusan semilir angin. Kombinasi sangat sempurna menikmati akhir pekan.

Lokasinya yang sangat strategis di pusat kota, dekat dengan pusat perbelanjaan, dan mudah dijangkau dengan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Seharusnya membuat tempat ini menjadi tempat yang mengundang pengunjung untuk datang.

Fasilitasnya cukup lengkap, warung makan, musala, toilet dan area parkir. Seorang pengunjung mengatakan, toiletnya pun cukup bersih. Tidak dikenakan biaya untuk mengunjungi Taman Monpera, namun pengunjung dikenakan biaya parkir kendaraan.

Kalau ada pepatah mengatakan, don’t judge a book by its cover, namun untuk menarik pengunjung mendatangi sebuah tempat wisata, kemasan memang menjadi hal yang penting. Berharap ke depan tempat ini tidak sekadar tempat wisata untuk bersantai tapi juga menanamkan makna sebuah perjuangan.

Rekomendasi Berita