Tradisi dan Makna Spiritual di Vihara Avalokitesvara

  • 12 Feb 2026 12:05 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Menjelang Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026, kesibukan di internal Vihara Avalokitesvara Pamekasan mulai meningkat. Ketua Vihara, Kosala Mahinda, menjelaskan bahwa persiapan diawali dengan tradisi bersih-bersih gedung dan pemandian arca-arca suci. Ritual memandikan patung ini bukan sekadar pembersihan fisik, melainkan memiliki kedalaman spiritual yang serupa dengan tradisi jamasan pusaka dalam budaya Jawa, sebagai simbol penyucian diri.

“Tradisi pembersihan ini tidak hanya berhenti di rumah ibadah, tetapi juga merambah ke rumah-rumah warga Tionghoa di Pamekasan. Setiap keluarga melakukan pembersihan altar atau meja abu leluhur sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua yang telah tiada,” jelasnya, Kamis, 12 Februari 2026.

Kosala menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan rumah dan altar merupakan kewajiban yang masih kental dijalankan secara turun-temurun untuk menyambut energi baru yang positif.

Selain pembersihan, Imlek identik dengan sajian khas kue keranjang yang memiliki tekstur lengket. Secara filosofis, tekstur raket atau lengket pada kue ini melambangkan harapan agar hubungan kekeluargaan tetap kompak dan tidak terpisahkan.

“Momen ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar-generasi, di mana anggota keluarga yang lebih muda berkunjung ke kediaman sesepuh untuk berkumpul dan makan bersama,” tutupnya, mengakhiri.

Kemeriahan Imlek di Pamekasan juga dirasakan oleh masyarakat sekitar melalui tradisi pembagian angpau. Hal ini mencerminkan keterbukaan dan kepedulian sosial yang selama ini terjaga di lingkungan vihara. Dengan adanya interaksi ini, perayaan Imlek tidak hanya menjadi milik umat tertentu, tetapi juga menjadi momen berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar yang telah lama hidup berdampingan secara harmonis.

Rekomendasi Berita