Makna Pemasangan Bleketele Prosesi Pernikahan Adat Jawa

  • 21 Okt 2025 08:51 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Pemasangan bleketepe menjadi pemandangan khas dan penuh makna dalam tradisi pernikahan Jawa. Hal ini tampak dalam prosesi menjelang pernikahan putri Anang Junaidi Santoso yang digelar. Sabtu (18/10/2025) di Sampang.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bleketepe adalah anyaman daun kelapa yang dipasang di depan rumah sebagai penanda adanya pesta pernikahan. Dalam tradisi Jawa, bleketepe biasanya dipasang bersama perlengkapan lain seperti pohon pisang, pisang raja, tebu, kelapa, dan daun beringin.

Seiring perkembangan zaman, pemasangan bleketepe kini lebih simbolis, cukup satu lembar yang digantung di atas janur melengkung.

“Makna dari bleketepe adalah simbol dimulainya dan kesiapan keluarga untuk hajatan, seperti pemasangan terop atau tenda,” ujar sang pemandu acara.

Lebih dari sekadar dekorasi, bleketepe juga bermakna penyucian diri bagi keluarga kedua mempelai dan para tamu, sekaligus sebagai penolak bala.

Di sekitarnya, hiasan lain turut dipasang, seperti janur kuning yang melambangkan cita-cita tinggi, daun alang-alang sebagai simbol rintangan, dan daun opo-opo sebagai harapan agar terhindar dari hal buruk.

Sementara dua tundun pisang raja menjadi simbol kemakmuran dan kemuliaan yang diharapkan menyertai kehidupan pengantin setelah menikah. Tradisi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan spiritual tetap hidup dalam masyarakat Jawa, bahkan di tengah modernisasi.

Rekomendasi Berita