Ponpes Nazhatut Thullab Terapkan Program Literasi Digital Terjadwal

  • 16 Des 2025 13:01 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Pondok Pesantren Nazhatut Thullab secara terstruktur dan terencana meningkatkan literasi digital santri melalui program pendampingan terjadwal. Dalam satu minggu, santri mendapatkan tiga malam khusus untuk kegiatan literasi digital. Karena keterbatasan perangkat dan akses Wi-Fi, waktu ini dirotasi antara santri SLTP dan SLTA, memastikan setiap santri mendapatkan kesempatan yang setara untuk meningkatkan keterampilan mereka di era digital.

Kegiatan literasi digital ini berfokus pada dua aspek utama yakni peningkatan skill digital dan verifikasi informasi. Para pembina asrama mendampingi santri dalam menguasai aplikasi kreatif seperti Canva atau Capcut.

“Lebih penting lagi, pendampingan ini juga mengajarkan santri untuk memfilter dan memverifikasi berita atau informasi yang diterima dari media digital, memberikan tips dan trik untuk menilai tingkat akurasi informasi sebelum diserap atau disebarluaskan,” ungkap Darwis Abroriy, Kepala Biro III Bagian Dasar dan Menengah Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Selasa (16/12/2025).

Selain program terjadwal, Ponpes juga menyediakan kegiatan ekstrakurikuler peminatan, seperti Jurnalistik. Santri di ekskul didorong untuk melakukan reporting dari berbagai kegiatan pondok, mulai dari persiapan ujian hingga praktikum haji. Kemampuan literasi digital ini terbukti memberikan dampak positif yang mendalam.

“Alumni Ponpes melaporkan bahwa keterampilan yang diperoleh, termasuk kemampuan public speaking yang meningkat berkat proyek-proyek digital, sangat membantu mereka saat berinteraksi di masyarakat maupun saat melanjutkan studi di perguruan tinggi,” ungkapnya, mengakhiri.

Keberhasilan program literasi digital diukur melalui produk santri dan etika bermedia sosial mereka. Indikator utama adalah apakah proyek video dan konten santri yang diunggah ke akun media sosial seperti (YouTube, Instagram, Facebook) mereka sendiri melanggar hak cipta, yang dapat menyebabkan akun mereka diblokir atau kontennya diturunkan (takedown). Ponpes juga terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak luar, seperti yang pernah dilakukan dengan media cetak dan senantiasa mengingatkan santri bahwa teknologi adalah "pisau bermata dua" yang harus dimanfaatkan untuk kreativitas dan critical thinking.

Rekomendasi Berita