Kasus Campak di RSUD Syamrabu Bangkalan Meningkat

  • 27 Agt 2025 10:39 WIB
  •  Sampang

KBRN, Bangkalan: RSUD Syamrabu Bangkalan mencatat peningkatan signifikan kasus campak pada balita sejak awal tahun. Dari Januari hingga Agustus 2025, tercatat 275 pasien campak, mayoritas merupakan anak di bawah usia lima tahun.

Saat ini, 17 anak masih dirawat di ruang isolasi dengan masa rawat rata-rata 3 hingga 7 hari. Satu kasus kematian telah dilaporkan akibat komplikasi campak berupa pneumonia dan infeksi paru-paru.

Dokter spesialis anak di RSUD Syamrabu dr. Mega Malynda mengungkapkan sebagian besar pasien belum menerima imunisasi campak.

BACA JUGA: Satu Pasien Terduga Campak di Pamekasan Meninggal

“Sebagian besar anak yang kami rawat belum mendapatkan imunisasi campak yang seharusnya diberikan pada usia sembilan bulan,” ujarnya. Rabu (27/8/2025)

Ia menjelaskan, gejala umum yang dialami pasien meliputi demam tinggi, ruam merah, batuk, pilek, diare, dan mata merah. Beberapa pasien mengalami komplikasi seperti dehidrasi dan pneumonia, meski jumlahnya tidak signifikan.

“Pasien terbanyak berasal dari Kecamatan Geger. Sebagian merupakan rujukan dari puskesmas yang belum memiliki fasilitas isolasi, sementara lainnya datang langsung ke RSUD,” ucapnya.

Adanyan lonjakan tersebut menurut Mega, RSUD Syamrabu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menggelar vaksinasi massal dan melakukan monitoring serta penelusuran kasus suspek di lapangan.

“Kami sudah mulai koordinasi dengan Dinkes Provinsi dan Kabupaten untuk memperluas cakupan imunisasi dan mencegah penyebaran lebih lanjut,” tambah dr. Mega.

Meski jumlah kasus tinggi, Bangkalan belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih berada dalam status waspada, sambil menunggu hasil laboratorium untuk konfirmasi kasus positif.

Rekomendasi Berita