Terapi TMS, Harapan Baru Pemulihan Pasien Stroke

  • 30 Jan 2026 13:23 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Pasien Pasca stroke saat ini mempunyai harapan pemulihan lebih baik. Saat ini hadir teknologi Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), sebuah terapi pendamping mutakhir untuk mengobati stroke dan berbagai kondisi neurologis lainnya.

TMS adalah teknik stimulasi otak non-invasif yang artinya prosedur dilakukan tanpa suntikan, pembedahan, maupun operasi. Dokter Spesialis Syaraf RSUD dr. Mohammad Noer Pamekasan, dr. Dian Puspitarini menjelaskan bahwa alat ini bekerja dengan menggunakan kekuatan medan magnet untuk mengatur aktivitas sel saraf di otak.

"Sel saraf di bawah tempurung kepala yang kurang aktif distimulasi agar kembali bekerja optimal. Selain itu juga menyeimbangkan sel yang terlalu aktif agar menjadi lebih stabil, sehingga dapat mestimulasi bagian fisik yang perlu perbaikan," jelas dr. Dian, Jumat 30 Januari 2026.

Meski alat ini sudah dikembangkan sejak tahun 1985 untuk penelitian, penggunaannya secara klinis baru mulai digunakan, terutama untuk Madura pertama kali digunakan di RSUD Mohammad Noor Pamekasan.

Terapi setiap sesi berlangsung sekitar 20 hingga 40 menit. Dengan terapi 3–5 kali dalam seminggu sudah nampak perubahan positif pada kekuatan motorik pasca stroke.

"Terapi akan dilanjutkan mulai minggu kedua, kunci keberhasilan terapi ini adalah keberlanjutan. Pasien seringkali berhenti kontrol saat merasa sedikit lebih baik, padahal latihan yang dilakukan secara perlahan dan berulang akan memberikan hasil yang jauh lebih maksimal," ujar ahli saraf terkait.

Keberhasilan terapi pendamping ini juga dioengaruhi kecepatan penanganan, pasien yang baru saja mengalami stroke dan segera mendapatkan terapi TMS cenderung memiliki tingkat kesembuhan yang lebih cepat. Stroke bukanlah akhir dari segalanya, dengan teknologi yang tepat dan semangat untuk tidak putus asa, pemulihan fisik tidak lagi mustahil dilakukan.

Rekomendasi Berita