Meski Nipah Aman, Pekerja Migran asal Sampang Harus Waspada
- 06 Feb 2026 16:48 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di daerahnya. Meski demikian, masyarakat tetap diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dini terutama para Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Hal ini disampaikan Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes KB Sampang Laily Nafilah."Harapannya Sampang tetap aman, tapi sebaiknya tetap menekankan prinsip kehati-hatian terutama bagi pekerja migran Sampang yang bekerja di negara tetangga tempat potensi penularan virus nipah bisa terjadi," ucapnya, Kamis, 5 Februari 2026.
"Segera ke dokter jika merasa tidak enak badan dalam kurun waktu 3 hingga 7 hari. Jangan panik, cukup waspada dan jaga imunitas."
Apa yang disampaikan Laily cukup beralasan mengingat ditemukannya dua kasus nipah di Malaysia. Tenaga kerja migran yang baru datang diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan dan memeriksakan diri pada fasilitas kesehatan terdekat.
"Diperlukan kesadaran mandiri untuk memeriksakan kesehatan menjadi kunci utama pencegahan. Gejala awal mirip penyakit lainnya, tapi bukan berarti boleh diremehkan," katanya, menambahkan.
Gejala awal infeksi virus nipah sulit dibedakan dengan penyakit lain karena memiliki gejala serupa. Di awal gejala, penderita akan mengalami demam, sakit kepala dan nyeri otot terutama pada kaki. Lebih lanjut, penderita akan mengalami muntah dan sakit tenggorokan hingga gangguan pernafasan.
"Diperlukan uji laboratorium pada hari ketiga untuk memastikan penyebabnya. Jika tidak tertangani serius, komplikasi terburuk bisa menyebabkan ensefalitis atau radang otak hingga kematian," ujarnya.
Dengan kewaspadaan dini pada pekerja migran dan keluarganya, diharapkan kabupaten sampang terus aman dari virus nipah. Terlepas dari jumlah kasus yang belum muncul di Indonesia khususnya Sampang, seluruh fasilitas kesehatan telah siap bilamana terjadi kasus.
"Kami telah berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit, memastikan semua fasilitas isolasi dapat digunakan bila terjadi kasus," ucap Laily, mengakhiri.