UIN Walisongo Miliki Rektor Baru, Ini Orangnya
- 10 Mar 2026 22:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi memulai babak baru dengan kepemimpinan. Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. Figur intelektual yang dikenal dengan gagasannya tentang hukum Islam yang kontekstual, resmi dilantik oleh Menteri Agama, Nazaruddin Umar di Jakarta.
Sebelum mengemban amanah tertinggi, Musahadi merupakan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo. Transformasi kepemimpinan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mempererat integrasi antara ilmu agama dan ilmu sains-teknologi dalam bingkai Unity of Sciences.
Menteri Agama, Nazaruddin Umar menekankan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) harus mampu menjadi teladan moral sekaligus motor penggerak birokrasi yang efisien. Menteri Agama mengingatkan pentingnya membangun sinergi lintas instansi dan lembaga guna memperkuat peran kampus sebagai benteng moderasi beragama dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
"Pemimpin kampus harus mampu membangun kolaborasi, bukan kompetisi yang saling mematikan. Sinergi dengan kementerian dan lembaga lain adalah kunci untuk menjadikan PTKN sebagai rujukan global," tegasnya.
Nama Prof. Musahadi tidak asing di kancah pemikiran hukum Islam di Indonesia. Dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum Islam, ia dikenal luas melalui pidato pengukuhannya yang fenomenal mengenai fenomena “Fikih Prasmanan”.
Orasi ilmiahnya merupakan sebuah kritik sekaligus refleksi atas disrupsi pengetahuan agama di era digital. Di mana otoritas keilmuan mulai bergeser ke ruang siber.
Sebagai seorang akademisi, Prof. Musahadi memiliki rekam jejak yang kredibel. Ia aktif dalam berbagai forum internasional dan kerap menjadi rujukan dalam isu-isu resolusi konflik, mediasi, serta studi hukum Islam kontemporer.
Salah satu karya monumentalnya, Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia, mencerminkan kepakarannya dalam menjembatani teks-teks keagamaan dengan realitas sosial yang majemuk.
Keterlibatannya dalam jaringan akademik global juga terlihat dari perannya sebagai peninjau (reviewer) pada sejumlah jurnal internasional bereputasi. Latar belakangnya yang pernah menempuh studi di kancah internasional dan keterlibatannya dalam riset lintas negara, seperti penelitian mengenai identitas muslim diaspora di Belanda, menjadikannya sosok yang diharapkan membawa UIN Walisongo ke level dunia. (ryc)