Mengenal Eco-Anxiety, Kecemasan Terhadap Kondisi Lingkungan

  • 06 Mar 2026 21:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Fenomena eco-anxiety atau kecemasan terhadap kondisi lingkungan semakin banyak dirasakan oleh generasi muda. Kekhawatiran terhadap perubahan iklim, kerusakan alam, dan masa depan bumi memicu munculnya rasa cemas berkepanjangan pada sebagian anak muda.

Mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro, Nathasya Agmi, menjelaskan, eco-anxiety merupakan bentuk kecemasan yang muncul akibat kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan. Perasaan ini biasanya dipicu oleh paparan informasi mengenai krisis iklim, bencana alam, hingga isu lingkungan yang sering muncul di media.

Eco-anxiety adalah rasa takut atau khawatir terhadap masa depan bumi akibat kerusakan lingkungan yang terus terjadi,” ujar Nathasya di Spada PRO2 FM RRI Semarang, Jumat, 6 Maret 2026. Menurutnya, perasaan tersebut sebenarnya wajar muncul, terutama pada anak muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

Ia mengatakan, generasi muda saat ini lebih mudah mengakses informasi melalui media sosial dan internet. Kondisi tersebut membuat mereka lebih sadar terhadap berbagai isu lingkungan, namun di sisi lain juga bisa memicu kecemasan berlebihan.

“Paparan informasi yang terus-menerus tentang krisis iklim dan kerusakan alam bisa membuat seseorang merasa takut, sedih, bahkan merasa tidak memiliki harapan terhadap masa depan,” ujarnya. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan mental.

Meski demikian, Nathasya menegaskan, rasa cemas terhadap lingkungan tidak selalu berdampak negatif. Perasaan tersebut justru bisa menjadi dorongan untuk melakukan tindakan positif dalam menjaga lingkungan.

Ia menyarankan agar anak muda menyalurkan kecemasan tersebut melalui aksi nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan, hingga terlibat dalam kegiatan pelestarian alam. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi rasa cemas sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan.

Dengan mengelola kecemasan secara sehat, generasi muda diharapkan tetap peduli terhadap lingkungan tanpa harus terbebani secara mental. Kesadaran menjaga bumi dapat dimulai dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita