Harga cabai tembus Rp80 ribu jelang Ramadan
- 16 Feb 2026 16:41 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar-Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Kutai Barat mulai merangkak naik. Komoditas cabai menjadi bahan pangan yang paling mencolok mengalami lonjakan harga. Sementara itu, harga tomat hingga kini masih terpantau stabil dan relatif terjangkau bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Jaras, Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (11/2/2026), harga cabai rawit kini mencapai Rp80.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi dalam sepekan terakhir dan berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya konsumen rumah tangga yang mulai menyesuaikan pengeluaran belanja harian.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Jaras, Waris Turah, mengungkapkan bahwa sebelumnya harga cabai rawit masih berada pada kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Namun, memasuki pertengahan Februari, harga cabai terus bergerak naik hingga menyentuh angka Rp80.000 per kilogram. “Sebelumnya cabai masih di harga Rp55.000 sampai Rp60.000 per kilo. Sekarang sudah naik jadi Rp80.000 per kilo dan ini sudah berlangsung satu minggu,” ujar Waris.
Menurut Waris, lonjakan harga cabai dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan serta pasokan dari daerah penghasil yang tidak stabil. Ia menjelaskan, cabai termasuk komoditas yang cepat rusak sehingga sangat bergantung pada kelancaran distribusi.
“Cabai ini cepat rusak. Kalau pengiriman terlambat atau hasil panen dari daerah penghasil berkurang, stok di pasar langsung menipis dan harga naik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tidak mengalami kerugian akibat kerusakan barang. Dampaknya, konsumen pun mengurangi jumlah pembelian.
“Pembeli masih ada, tapi sekarang rata-rata beli lebih sedikit. Kalau dulu biasa beli satu kilo, sekarang setengah kilo atau seperempat kilo,” katanya.
Berbeda dengan cabai, harga tomat di Pasar Jaras hingga kini masih stabil di angka Rp10.000 per kilogram. Waris menyebut, komoditas tersebut tetap diminati masyarakat karena harganya relatif terjangkau.
“Kalau tomat masih aman. Harganya Rp10.000 per kilo dan belum ada kenaikan sampai sekarang,” ujarnya.
Stabilnya harga tomat, lanjut Waris, dipengaruhi oleh pasokan yang masih mencukupi dan distribusi yang berjalan lancar ke Kutai Barat. Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri. “Mudah-mudahan harga bisa kembali normal dan pasokan lancar, supaya pedagang tidak terbebani dan masyarakat juga bisa berbelanja dengan tenang,” Katanya.