Cloudflare Beri Jawaban Atas Gangguan Server

  • 08 Des 2025 15:28 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Pada Jumat (5/12/2025) lalu, Cloudflare kembali mengalami gangguan server yang menyebabkan layanan situs web dan platform online di seluruh dunia lumpuh, dan menampilkan pesan "500 Internal Server Error". Perusahaan infrastruktur internet itu mengatakan insiden tersebut terjadi karena adanya aksi mitigasi darurat secara otomatis pada server mereka yang dirancang untuk mengatasi kerentanan terhadap React Server Component (RCS).

CTO dari Cloudfale Dane Knecht, mengungkapkan pada rilis resminya, "Masalah ini tidak disebabkan, baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh serangan siber pada sistem Cloudflare. Melainkan, masalah ini dipicu oleh sistem server yang otomatis melakukan rollback (kembali ke pengaturan sebelumnya) saat mendeteksi dan memitigasi kerentanan di seluruh industri yang memakai React Server Component (RCS)" ucap Dane.

Kerentanan tersebut ditemukan dalam protokol 'Flight' React Server Components (RSC), dan memungkinkan penyerang yang tidak terautentikasi untuk mendapatkan eksekusi kode dari jarak jauh dalam aplikasi React dan Next.js dengan mengirimkan permintaan HTTP yang dibuat di titik akhir React Server Function.

Dane menambahkan, Cloudfare tidak akan mentolerir gangguan apapun untuk terjadi kembali kedepannya, "Gangguan apa pun pada sistem kami tidak dapat ditolerir, dan kami tahu kami telah mengecewakan internet lagi setelah insiden pada 18 November silam. Kami akan menerbitkan detailnya minggu depan tentang upaya yang kami lakukan untuk mencegah insiden semacam ini terjadi lagi," ujar Dane.

Pada November lalu, Cloudflare mengalami gangguan server di seluruh dunia yang melumpuhkan jaringan global perusahaan selama hampir 6 jam. CEO Cloudflare Matthew Prince menggambarkan insiden ini sebagai "gangguan terburuk sejak 2019".

Rekomendasi Berita