Google Resmi Rilis Fitur Anti Pencurian di Android

  • 02 Feb 2026 15:33 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Google baru saja memperkenalkan pengamanan otentikasi Android yang jauh lebih kuat serta alat pemulihan yang lebih canggih pada Selasa, 27 Januari 2026 lalu. Fitur ini dibuat dengan memperbarui fitur anti-theft atau anti-pencurian yang sudah ada sebelumnya untuk melindungi pengguna sebelum, selama, dan setelah upaya pencurian.

Dilansir pada laman blog GoogleSecurityFabricio Ferracioli selaku bagian dari tim keamanan Android mengatakan, "Pencurian ponsel bukan hanya sekedar kehilangan perangkat, ini adalah bentuk kerugian finansial yang dalam sekejap dapat membuat Anda menjadi rentan terhadap pencurian data pribadi maupun keuangan," ucap Fabricio. 

Sebagai bagian dari update ini, Google telah menambahkan kontrol yang lebih rinci untuk fitur Failed Authentication Lock, yang secara otomatis mengunci layar perangkat setelah terlalu banyak upaya otentikasi yang gagal, dan kini memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya menggunakan tombol pengaturan khusus.

Google juga memperluas 'Pemeriksaan Identitas', yang memerlukan autentikasi biometrik untuk tindakan spesifik yang dilakukan di luar lokasi tepercaya, memastikan pengamanan ini sekarang mencakup semua fitur dan aplikasi yang menggunakan Permintaan Biometrik Android, secara otomatis akan melindungi Google Password Manager maupun aplikasi perbankan pihak ketiga. 

Pada update terdapat pula fitur untuk mencegah penguncian yang tidak disengaja (misalnya, anak-anak yang penasaran mencoba membuka kunci perangkat) dengan memastikan bahwa tebakan yang salah secara berulang kali tidak akan dihitung terhadap batas percobaan ulang, dan dengan mempersulit pencuri untuk menebak PIN, pola, ataupun kata sandi dengan meningkatkan waktu penguncian setelah upaya yang gagal.

Remote Lock, sebuah alat yang memungkinkan pengguna untuk mengunci perangkat yang hilang atau dicuri dari browser web mana pun di laman android.com/lock, juga telah diperbarui untuk menambahkan tantangan keamanan opsional guna memverifikasi kepemilikan perangkat sebelum memulai penguncian. 

Fabricio juga menambahkan, pihaknya selalu mengembangkan sistem perlindungan untuk selalu selangkah lebih maju dari para pencuri. "Update berkelanjutan kami membantu memastikan bahwa ke mana pun Anda pergi, Anda dapat merasa lebih tenang karena mengetahui perangkat dan data Anda terlindungi oleh pertahanan berlapis Android," ujar Fabricio. Fitur pemulihan yang baru ini tersedia di perangkat Android 10 atau yang lebih baru, sedangkan pengamanan otentikasi memerlukan Android 16 ke atas.

Rekomendasi Berita