Pemanfaatan Aplikasi JMO di Kubar-Mahulu Baru Capai 47 Persen

  • 16 Feb 2026 13:34 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Pemanfaatan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih tergolong rendah.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kubar, Fajar Mahda Akhmad Sai’dun, mengatakan hingga saat ini, jumlah pengguna aplikasi JMO di dua kabupaten tersebut baru mencapai sekitar 47 persen dari total lebih dari 60 ribu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terdaftar dari berbagai sektor.

Rendahnya tingkat pemanfaatan aplikasi JMO tersebut lanjutnya, tidak terlepas dari faktor geografis. Sebab, belum seluruh wilayah di Kubar dan Mahulu terjangkau jaringan internet, sementara akses aplikasi JMO membutuhkan koneksi internet yang memadai.

“Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan utama, karena memang belum semua wilayah di Kubar dan Mahulu terjangkau jaringan internet. Sementara untuk mengakses aplikasi JMO, dibutuhkan koneksi internet,” kata Fajar, Senin, 16 Februari 2026.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau para tenaga kerja di Kubar dan Mahulu agar memanfaatkan aplikasi JMO ketika berada di wilayah yang telah terjangkau jaringan internet.

“Saya mengimbau seluruh tenaga kerja di Kubar dan Mahulu untuk tetap memanfaatkan aplikasi JMO saat berada di wilayah yang memiliki akses internet. Aplikasi ini sangat penting karena memberikan kemudahan layanan secara digital,” ujarnya.

Fajar menjelaskan, aplikasi JMO dirancang untuk memberikan akses layanan yang cepat, mudah, dan efisien bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

“Melalui aplikasi JMO, peserta bisa mengecek saldo Jaminan Hari Tua (JHT), mengajukan klaim JHT di bawah Rp15 juta, melakukan pengkinian data, hingga mengakses kartu digital kapan saja dan di mana saja,” katanya.

Dengan optimalisasi penggunaan aplikasi JMO, diharapkan kualitas pelayanan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja di wilayah Kubar dan Mahulu semakin meningkat, sejalan dengan upaya transformasi layanan digital yang inklusif hingga ke daerah.

Rekomendasi Berita