Buah Mahkota Dewa, Sang Penakluk Racun

  • 12 Mar 2026 10:11 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Di balik namanya yang megah, buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) telah lama dikenal sebagai tanaman obat asli Indonesia yang memiliki khasiat luar biasa. Buah yang berwarna merah mencolok saat matang ini menjadi primadona dalam pengobatan herbal tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit tidak menular, mulai dari asam urat, hipertensi, hingga membantu proses detoksifikasi racun di dalam tubuh secara alami.

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Journal of Ethnopharmacology, mahkota dewa mengandung senyawa aktif berupa alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa flavonoid dalam buah ini bekerja efektif dalam meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah penyumbatan pembuluh darah. Sementara itu, kandungan saponinnya berperan penting sebagai sumber antibakteri dan antivirus yang memperkuat sistem imunitas tubuh dari serangan infeksi luar.

Selain sebagai antiradang, ekstrak daging buah mahkota dewa juga menunjukkan aktivitas sitotoksik yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Zat polifenol yang melimpah berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk menangkal radikal bebas, menjadikannya salah satu pilihan terapi komplementer yang banyak diminati masyarakat di wilayah Kalimantan Timur untuk menjaga kebugaran jangka panjang.

Tips Mengonsumsi Mahkota Dewa Secara Aman

Perlu diperhatikan bahwa bagian biji mahkota dewa mengandung racun yang berbahaya, sehingga proses pengolahan harus dilakukan dengan sangat teliti:

  1. Hindari Biji Buah: Jangan pernah mengonsumsi bagian bijinya karena bersifat toksik; hanya gunakan bagian daging buah dan kulitnya saja.
  2. Proses Pengeringan: Iris tipis daging buah mahkota dewa, lalu jemur hingga benar-benar kering sebelum diolah menjadi teh atau rebusan.
  3. Rebusan Terukur: Rebus 3–5 irisan daging buah kering dengan tiga gelas air hingga menyusut menjadi satu gelas untuk dosis harian yang aman.
  4. Penyimpanan Kering: Simpan irisan kering dalam wadah kedap udara dan tempat yang tidak lembap agar tidak mudah ditumbuhi jamur merugikan.

Rekomendasi Berita