Sembilan Kuliner Unik Berbuka Puasa dari Berbagai Negara
- 28 Feb 2026 20:17 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Momentum berbuka puasa selalu menjadi waktu yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan sajian kuliner yang penuh filosofi. Setiap negara memiliki tradisi unik dalam menghidangkan makanan khas yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga sarat akan nilai budaya dan sejarah lokal yang kental.
Keragaman menu takjil ini mencerminkan bagaimana kearifan lokal berpadu dengan kewajiban reliji di berbagai belahan bumi. Berdasarkan ulasan dalam jurnal resmi Journal of Ethnic Foods, tradisi makan bersama saat berbuka puasa berperan penting dalam mempererat kohesi sosial dan melestarikan identitas kuliner bangsa di tengah arus modernisasi.
Berikut adalah sembilan makanan khas berbuka puasa dari berbagai penjuru dunia:
- Medjool Dates (Arab Saudi) : Kurma premium yang menjadi hidangan wajib sesuai sunah untuk mengembalikan energi secara cepat.
- Harira (Maroko) : Sup kental berbahan dasar tomat, lentil, dan buncis yang memberikan kehangatan serta nutrisi lengkap bagi tubuh.
- Pide (Turki) : Roti panggang khas berbentuk oval dengan taburan biji wijen yang selalu memicu antrean panjang di toko roti menjelang magrib.
- Samosa (India & Pakistan) : Pastri goreng berbentuk segitiga dengan isi kentang berbumbu rempah atau daging yang renyah dan gurih.
- Kolak (Indonesia) : Pisang atau ubi yang dimasak dalam kuah santan dan gula aren, memberikan sensasi manis yang sangat otentik.
- Haleem (Timur Tengah & Asia Selatan) : Bubur gandum dan daging yang dimasak lambat selama berjam-jam hingga teksturnya lembut dan kaya rasa.
- Qatayef (Mesir) : Sejenis panekuk kecil berisi krim atau kacang yang digoreng lalu disiram sirup manis sebagai pencuci mulut.
- Nasi Lemak (Malaysia) : Nasi gurih beraroma pandan yang disajikan dengan sambal, teri, dan telur sebagai hidangan utama yang mengenyangkan.
- Bolani (Afganistan) : Roti pipih panggang berisi sayuran hijau atau kentang yang biasanya disantap bersama yoghurt segar.
Agar ibadah tetap lancar, mulailah berbuka dengan porsi kecil dan minuman yang tidak terlalu dingin untuk menghindari kekagetan pada lambung. Hindari konsumsi gorengan secara berlebihan dan pastikan kebutuhan serat tercukupi dari sayur serta buah-buahan. Jangan lupa untuk mengatur pola minum air putih dengan rumus 2 - 4 - 2 agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik hingga waktu sahur tiba.