Pesona Raksasa Laut Jinak di Perairan Talisayan Berau
- 27 Feb 2026 05:08 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Perairan Talisayan di Kabupaten Berau kini menjadi magnet utama bagi pemburu wisata edukasi dan petualangan yang ingin berinteraksi langsung dengan hiu tutul (Whale Shark). Keberadaan spesies ikan terbesar di dunia ini di sepanjang pesisir Kalimantan Timur menawarkan sensasi berenang bersama raksasa laut yang dikenal sangat tenang dan bersahabat dengan manusia.
Menurut penelitian dalam Journal of Marine Biological Association, perairan Talisayan merupakan koridor migrasi dan area mencari makan yang vital bagi Rhincodon typus karena kelimpahan plankton dan ikan kecil.
Fenomena ini menjadikan Talisayan sebagai salah satu lokasi pengamatan hiu tutul terbaik di Indonesia, di mana keberlanjutan habitatnya sangat bergantung pada praktik ekowisata yang bertanggung jawab dari para pengunjung.
Agar pengalaman Anda bertemu sang raksasa bintik ini berjalan lancar dan tetap menjaga kelestarian alam, perhatikan tips praktis berikut:
1. Datang Sebelum Matahari Terbit
Hiu tutul biasanya muncul di sekitar bagan (rumah apung nelayan) pada pukul 06.00 hingga 08.00 WITA untuk mencari sisa ikan tangkapan.
2. Jaga Jarak Aman
Berenanglah setidaknya 3 meter dari tubuh hiu dan 4 meter dari ekornya untuk menghindari kontak fisik yang dapat membuat satwa stres atau terluka.
3. Dilarang Menggunakan Lampu Kilat
Cahaya flash kamera dapat mengganggu penglihatan hiu tutul; pastikan pengaturan kamera Anda dalam mode natural light.
4. Jangan Menyentuh atau Mengejar
Biarkan hiu tutul mendekat secara alami; tindakan menyentuh kulit mereka dapat mentransfer bakteri manusia yang berbahaya bagi kesehatan ikan tersebut.
Kehadiran hiu tutul di Talisayan adalah anugerah alam yang harus kita jaga bersama melalui wisata yang etis. Dengan persiapan yang tepat dan kepatuhan terhadap aturan lokal, Anda dapat membawa pulang kenangan luar biasa tanpa merusak ekosistem laut yang berharga ini.