Kapan Tubuh Kita Butuh Kafein? Berikut Tanda-tandanya
- 11 Okt 2025 20:09 WIB
- Serui
KBRN, Serui: Kafein merupakan zat stimulan alami yang termasuk dalam golongan alkaloid xantina. Zat ini bekerja dengan cara merangsang sistem saraf pusat, sehingga dapat membuat seseorang merasa lebih waspada, berenergi, dan tidak mudah mengantuk.
Sebenarnya, kafein bukan zat yang esensial bagi tubuh, artinya tubuh tidak membutuhkannya untuk bertahan hidup atau berfungsi normal seperti halnya vitamin, mineral, atau air. Namun, kafein bisa memberikan manfaat tertentu bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dan tidak berlebihan.
Lantas, kapan tubuh kita membutuhkan kafein?
Tanda-tanda tubuh mulai membutuhkan atau “menginginkan” kafein biasanya muncul ketika kadar energi dan fokus menurun. Berikut beberapa tanda umumnya:
1. Mengantuk berlebihan di siang hari
Tanda pertama tubuh butuh kafein adalah seringnya mengantuk di siang hari, diman tubuh terasa lemas dan sulit fokus, terutama di jam kerja atau belajar, meskipun sudah cukup tidur.
2. Sulit berkonsentrasi
Ketika kamu merasa sulit untuk berkonsentrasi, bisa jadi ini merupakan pertanda tubuh kamu sedang membutuhkan kafein. Kafein membantu meningkatkan kadar dopamin dan adrenalin yang membuat otak lebih siaga, jadi ketika tubuh kekurangan stimulan ini, kamu jadi cepat terdistraksi.
3. Bangun tidur masih merasa lelah
Sering bangun dengan keadaan lemas? Ini merupakan tanda berikutnya tubuh kamu membutuhkan kafein. Jika kamu terbiasa minum kopi tiap pagi, lalu berhenti mendadak, tubuh bisa “menuntut” kafein agar terasa segar seperti biasanya.
4. Sakit kepala ringan atau terasa berat di kepala
Biasanya, ini sering menjadi tanda awal “caffeine withdrawal” (gejala putus kafein).
5. Perubahan suasana hati (mood swing)
Tubuh yang terbiasa mendapat kafein akan cenderung lebih mudah merasa lesu atau uring-uringan saat tidak mendapatkannya.
6. Metabolisme terasa melambat
Kafein sedikit meningkatkan metabolisme; tanpa itu, kamu mungkin merasa lambat bergerak atau kurang bersemangat.
Namun, penting juga untuk tidak bergantung berlebihan pada kafein, karena tubuh bisa kehilangan sensitivitasnya jika dikonsumsi terlalu sering.