Dokter: Aman Tidak Olahraga Malam di Bulan Ramadan

  • 01 Mar 2026 09:42 WIB
  •  Serui

RRI.CO.ID. Serui - Meskipun pola makan dan aktivitas harian berubah selama bulan suci ini, banyak orang tetap ingin menjaga kebugaran dengan berolahraga. Olahraga di malam hari selama bulan Ramadan sering menjadi pilihan bagi sebagian orang, terutama setelah berbuka puasa, agar tetap bugar tanpa merasa lemah sepanjang hari. Namun, muncul kekhawatiran bahwa olahraga pada malam hari bisa berbahaya bagi kesehatan, bahkan berisiko memicu serangan jantung. Bagaimana sebenarnya pendapat para ahli tentang hal ini?

Dilansir dari berbagai sumber seperti detikheath.com. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Yislam Aljaidi, SpJP-FIHA, menjelaskan bahwa secara umum, olahraga dapat dilakukan kapan saja sesuai preferensi individu, baik pagi hari setelah salat Subuh maupun malam hari. Menurutnya, tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi sehingga tidak ada salahnya berolahraga di waktu tertentu.

Waktu olahraga baru menjadi perhatian serius jika seseorang memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau keterbatasan fisik tertentu, terutama bagi individu yang telah menjalani tindakan medis seperti pemasangan ring jantung. Dalam hal ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis sebelum berolahraga untuk menilai fungsi jantung, biasanya melalui pemeriksaan treadmill. Pemeriksaan ini membantu mengukur kapasitas fungsional jantung dan menentukan jenis olahraga serta tingkat aktivitas yang aman dilakukan.

Sementara itu, olahraga malam dianggap tidak berbahaya bagi orang dengan jantung yang sehat, selama aktivitas tidak dilakukan secara ekstrem. Risiko masalah kesehatan justru lebih tinggi jika pola istirahat terganggu. Sebagai contoh, kurang tidur di pagi hari, disertai pekerjaan berat sepanjang hari, lalu memaksakan diri melakukan olahraga berat di malam hari dapat menjadi beban bagi tubuh.

Olahraga di waktu larut seperti tengah malam juga berpotensi menimbulkan masalah jika dilakukan secara kompetitif. Namun, aktivitas rutin dalam jumlah wajar umumnya aman selama gaya hidup dijaga dengan baik dan seimbang. Dr. Yislam menegaskan bahwa kunci utama kesehatan selama berpuasa adalah menjaga pola makan dan memastikan kualitas istirahat yang cukup. Tubuh manusia memiliki kemampuan alami untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Ia mengingatkan agar tidak melakukan olahraga di waktu terlalu larut lalu melanjutkannya dengan begadang, karena kebiasaan semacam itu justru berdampak buruk bagi tubuh. Kombinasi antara aktivitas fisik yang sesuai, makan yang teratur, dan tidur berkualitas menjadi kunci tubuh tetap sehat selama Ramadan.

Rekomendasi Berita