Hari Radio Internasional: Terus Mengudara di Era Digital
- 14 Feb 2026 07:38 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Peringatan Hari Radio Internasional setiap 13 Februari menjadi pengingat yang menegaskan eksistensi radio di tengah derasnya arus digitalisasi. Radio tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.
Hari Radio Internasional ditetapkan oleh UNESCO sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi radio bagi dunia. Di Indonesia, Radio Republik Indonesia terus beradaptasi melalui siaran streaming dan platform digital.
Transformasi ini membuat radio semakin mudah diakses melalui ponsel pintar dan aplikasi. Meski berubah secara teknologi, kedekatan emosional antara penyiar dan pendengar tetap menjadi kekuatan utama.
Interaksi melalui telepon, pesan singkat, dan media sosial menjadikan radio sebagai ruang bertemu dan berbagi cerita. Dari udara, terjalin hubungan yang melampaui sekadar penyampaian berita.
Nenek Wirlangga, pendengar setia Pro 1 RRI Sibolga mengakui radio telah menjadi tempatnya bersosialisasi. “Saya merasa punya keluarga baru dari suara-suara yang mengudara,” ujarnya melalui sambungan telepon pada program Pro Dangdut, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurut beliau, diskusi dan sapaan penyiar membuatnya merasa dihargai dan dilibatkan. Ia merasakan kehangatan komunitas yang tidak selalu ditemukan di media sosial.
Hari Peringatan ini menjadi pengingat bahwa radio bukan sekadar media lama yang bertahan. Radio adalah ruang kebersamaan yang terus hidup, di frekuensi udara maupun di dunia digital.