Kurangi Limbah Fashion dari Lemari Kamu Sendiri
- 23 Feb 2026 21:42 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Limbah fashion atau limbah tekstil rumah tangga terus meningkat seiring tingginya konsumsi pakaian, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran. Kondisi ini mendorong penjual baju thrift di Kota Sibolga, Sisilia, mengajak masyarakat mengurangi penumpukan pakaian dari lemari sendiri sebagai langkah awal menekan dampak lingkungan.
Ajakan tersebut disampaikan Sisilia melalui sambungan telepon dalam program SPADA pada Minggu, 22 Februari 2026. Ia menilai kebiasaan membeli pakaian baru tanpa perencanaan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya limbah tekstil.
Menurutnya, banyak pakaian di lemari yang masih layak pakai namun jarang digunakan kembali. "Pakaian tersebut dapat dijual kembali melalui sistem thrift atau didonasikan kepada yang membutuhkan," ujarnya.
Sebagai pelaku usaha thrift, Sisilia melihat tren pembelian pakaian bekas layak pakai semakin diminati masyarakat. "Selain membantu mengurangi limbah, harga yang lebih terjangkau juga menjadi pertimbangan konsumen," katanya.
Ia menjelaskan, pembelian pakaian karena tren sesaat sering kali membuat pakaian hanya dipakai satu atau dua kali."Akibatnya, lemari penuh sementara sebagian pakaian berpotensi menjadi sampah tekstil,"ungkap Sisilia.
Sisilia menambahkan, masyarakat dapat mulai memilah pakaian berdasarkan kondisi dan fungsi."Langkah sederhana tersebut dinilai efektif memperpanjang masa pakai pakaian,"tuturnya.
Menjelang momen hari besar keagamaan, konsumsi busana biasanya meningkat signifikan. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya kesadaran untuk membeli sesuai kebutuhan.
Ia berharap masyarakat dapat menjadikan kebiasaan memanfaatkan kembali pakaian sebagai budaya baru."Dengan mengurangi limbah fashion dari rumah tangga, dampak pencemaran lingkungan dapat ditekan secara bertahap," tutupnya.