Mengenal Intermittent Fasting dan Manfaatnya
- 06 Mar 2026 20:38 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Tren pola makan intermittent fasting (IF) mulai diketahui oleh masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Metode ini mengatur waktu makan dan puasa dalam periode tertentu, bukan sekadar membatasi jenis makanan.
Hal ini disampaikan oleh dr. Sika Andini, SpGK seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Kamis, 5 Maret 2026. Ia menyebutkan banyak orang tertarik mencoba IF karena dinilai lebih fleksibel dibandingkan diet konvensional, sekaligus diklaim memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Secara umum, intermittent fasting membagi waktu dalam jam makan dan jam puasa. Pola yang sering diterapkan adalah metode 16:8 yakni berpuasa selama 16 jam dan makan dalam rentang waktu 8 jam.
Ia lebih jauh menjelaskan ada juga metode 5:2, di mana pelaku diet mengurangi asupan kalori secara signifikan selama dua hari dalam seminggu. Pola ini dianggap dapat membantu tubuh dalam mengatur kembali metabolisme dan kadar gula darah.
Intermittent Fasting (IF) bekerja dengan memberi waktu bagi tubuh untuk menggunakan cadangan energi. "Saat tubuh tidak menerima asupan makanan selama beberapa jam, kadar insulin menurun dan tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi. Inilah yang membuat berat badan berkurang secara bertahap," Ujarnya.
Selain membantu menurunkan berat badan, IF juga disebut berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kesehatan jantung. "Tapi manfaat ini harus diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang saat jadwal makan. Kalau tetap mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak berlebih, hasilnya tentu tidak optimal," Tambahnya.
Keberhasilan IF juga dipengaruhi oleh konsistensi dan gaya hidup secara keseluruhan, di mana aktivitas fisik yang teratur, tidur cukup, dan manajemen stres tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan. Ia menekankan tanpa gaya hidup menyeluruh, intermittent fasting hanya akan memberi hasil sementara.