Jegog Suar Agung Sukses Tampil di Jepang
- 25 Feb 2026 14:10 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Setelah satu dekade tidak tampil di Jepang, Sekaa Jegog Suar Agung kembali menyapa publik Negeri Sakura. Pementasan perdana dalam rangkaian tur budaya digelar di Toyota City, Kamis, 19 Februari 2026 malam, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.
Dentuman instrumen bambu berukuran besar khas Jembrana tersebut memukau ribuan penonton yang memadati lokasi pertunjukan. Resonansi nada rendah dan ritme enerjik yang menjadi ciri khas Jegog menghadirkan suasana meriah sekaligus mengobati kerinduan pecinta seni tradisional Bali di Jepang.
Penampilan Sekaa Jegog Suar Agung diasuh I Gede Oka Artha Negara. Ia dikenal sebagai konseptor sekaligus pencipta komposisi Jegog dengan karakter kuat dan dinamis. Gede Oka merupakan putra dari almarhum I Ketut Suwentra, maestro Jegog yang dikenal luas dengan julukan “Pekak Jegog” karena kiprahnya membawa kesenian tersebut hingga ke mancanegara.
Dalam tur kali ini, Gede Oka juga melibatkan generasi penerus, yakni Okky Junior Sadewa dan Ikko Suar Agung Dewi, yang turut tampil sebagai penari. Keterlibatan generasi muda ini menjadi bagian dari upaya regenerasi sekaligus menjaga kesinambungan kesenian Jegog.
“Antusiasme penonton di Toyota City sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa Jegog masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Jepang,” ujar I Gede Oka Artha Negara.
Sementara itu, Ikko Suar Agung Dewi mengaku pementasan kali ini menjadi pengalaman berharga karena untuk pertama kalinya ia terlibat langsung dalam tur besar ke Jepang.
“Tur ini bukan hanya soal pertunjukan, tetapi juga komitmen kami untuk terus melestarikan dan mengembangkan Jegog,” katanya.
Menurutnya, pembinaan generasi muda dan penguatan jejaring internasional menjadi langkah penting agar musik bambu khas Jembrana tetap eksis dan relevan di tengah perkembangan zaman. Ia pun bertekad menjaga warisan leluhur agar tidak sekadar bertahan sebagai tradisi, tetapi juga berkembang sebagai identitas budaya yang mendunia.
Rombongan kesenian ini sebelumnya dilepas Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Selama 12 hari ke depan, mereka dijadwalkan tampil di sejumlah kota di Jepang.
Tur budaya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi seni, tetapi juga mempererat hubungan Indonesia dan Jepang melalui diplomasi kebudayaan. Dentuman Jegog dari Desa Sangkar Agung kembali bergema di Negeri Sakura, menegaskan peran seni tradisional sebagai jembatan persahabatan antarbangsa.