Ogoh - Ogoh Evolusi Seni di Bali
- 28 Feb 2026 17:26 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Ogoh-ogoh di Bali merupakan perpaduan unik antara tradisi warisan leluhur dan budaya yang terus berkembang (evolusi seni). Karena itu setiap tahunnya perkembangan Ogoh-ogoh terus mengalami perubahan.
Dahulu Ogoh-ogoh dibuat sedemikian seram dengan asumsi perwujudan dari Bhuta Kala yakni manifestasi kekuatan alam semesta (Bhu) dan waktu (Kala) yang bersifat negatif, destruktif, dan tak terukur dalam ajaran Hindu, sering digambarkan sebagai raksasa. Ini merepresentasikan energi mentah yang jika tidak seimbang dapat menimbulkan kekacauan, bencana, atau sifat buruk manusia seperti nafsu dan keserakahan. Namun sekarang penampakan Ogoh-ogoh tidak saja seram tetapi berwajah tampan dan cantik yang menggambarkan bahwa kejahatan bisa berlindung dibalik wajah yang baik.
Konsep ogoh-ogoh berakar pada representasi Bhuta Kala (kekuatan alam semesta yang negatif/jahat) yang harus disucikan atau diusir. Tradisi mengarak patung ini sudah ada sejak dulu, bahkan konon dikenal sejak masa kerajaan, dan merupakan bagian dari rangkaian upacara Tawur Agung Kesanga menjelang Hari Raya Nyepi.
Budaya yang Berkembang (Evolusi Seni): Meskipun konsepnya tradisional, wujud dan pembuatan ogoh-ogoh adalah budaya yang berkembang pesat. Ogoh-ogoh modern yang populer diarak pada malam Pengrupukan (sehari sebelum Nyepi) mulai populer sekitar tahun 1980-an hingga 1990-an.
Saat ini, ogoh-ogoh menjadi wadah kreativitas pemuda (STT - Sekaa Teruna Teruni) di banjar-banjar. Bentuknya tidak lagi hanya raksasa seram tradisional, melainkan bertransformasi menjadi patung bernilai seni tinggi, terkadang menggunakan bahan ramah lingkungan, atau teknik modern yang bisa bergerak dan bersuara. Tentu saja dana yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Tetapi karena kebersamaan Ogoh-ogoh tetap bisa ciptakan.
Ogoh-ogoh adalah tradisi yang hidup, yaitu warisan leluhur yang maknanya tetap terjaga (untuk menyambut Nyepi), namun bentuk dan kreativitasnya dinamis mengikuti perkembangan zaman (budaya berkembang) saat ini. Tidak kalah penting, peringatan Hari Raya Nyepi di Bali selalu menjadi salah satu Calendar of Event bagi para wisatawan. Tentu saja secara tidak langsung sangat berdampak pada perekonomian di Bali.