Rare Bali School Tanamkan Nilai Budaya sejak Usia Dini untuk Bentuk Karakter Anak

  • 11 Mar 2026 20:40 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Penanaman nilai budaya Bali sejak usia dini dinilai penting untuk membentuk karakter generasi muda yang beretika, berbudaya, serta memiliki jati diri yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi dan budaya digital.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah Rare Bali School, Ni Komang Anggrayeni, Menurutnya, nilai-nilai dalam budaya Bali sangat relevan untuk mendukung perkembangan karakter anak usia dini.

Ia menjelaskan, berbagai nilai seperti kesabaran, kerja sama, hingga kepercayaan diri dapat ditanamkan melalui kegiatan budaya yang dikemas secara menyenangkan bagi anak-anak.

“Budaya Bali sangat dekat dengan anak usia dini. Nilai-nilai di dalamnya bisa mendukung pembentukan karakter seperti kesabaran, kerja sama, dan rasa percaya diri,” ujarnya.

Program pengenalan budaya Bali di Rare Bali School telah diterapkan sejak sekolah tersebut berdiri pada tahun 2018 dan menjadi salah satu program unggulan dalam sistem pembelajaran. Melalui program ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai unsur budaya seperti lagu-lagu Bali, tari tradisional, hingga permainan musik gamelan.

Menurut Anggrayeni, metode pembelajaran yang digunakan tidak hanya berupa teori, tetapi lebih banyak melalui aktivitas bermain dan bergerak agar anak-anak lebih mudah memahami.

“Anak-anak kami kenalkan melalui musik, tari, dan permainan. Mereka menganggapnya sebagai kegiatan bermain, padahal di dalamnya ada nilai pendidikan karakter,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui terdapat tantangan dalam memperkenalkan budaya Bali kepada anak-anak, terutama karena mereka kini lebih akrab dengan budaya populer seperti tarian dari media sosial.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah menyiasatinya dengan metode pembelajaran kreatif seperti permainan musik, aktivitas gerak, dan kegiatan luar ruangan yang membuat anak tetap tertarik belajar budaya lokal.

Selain itu, sekolah juga menghadirkan kelas khusus seperti kelas musik dan bahasa Bali yang diajar oleh tenaga pendidik yang memiliki latar belakang pendidikan bahasa Bali.

Anggrayeni menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari kemampuan akademik, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku anak sehari-hari.

“Indikatornya terlihat dari sikap dan karakter anak, apakah mereka menjadi lebih percaya diri, berani tampil, dan mampu berinteraksi dengan teman-temannya,” katanya.

Ia juga mengatakan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua agar nilai budaya yang diajarkan di sekolah dapat terus diterapkan di lingkungan keluarga.

Rekomendasi Berita