Harga RAM Global Naik di 2026, Tren AI Jadi Pemicu Utama
- 09 Mar 2026 14:16 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Memasuki triwulan pertama tahun 2026, harga komponen komputer, terutama Random Access Memory (RAM), mengalami kenaikan di pasar global. Kenaikan ini dirasakan oleh berbagai kalangan pengguna komputer, mulai dari gamer, pekerja kreatif, hingga pelaku industri teknologi yang membutuhkan perangkat dengan performa tinggi.
Berdasarkan pantauan di sejumlah marketplace nasional maupun internasional serta toko komputer offline di wilayah Bali dan Surabaya, harga berbagai jenis RAM mulai menunjukkan kenaikan, baik untuk tipe DDR4 maupun DDR5. Kondisi ini membuat sebagian pengguna komputer mempertimbangkan kembali rencana peningkatan kapasitas memori pada perangkat mereka.
Kenaikan harga memori tersebut tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor dalam industri teknologi global disebut menjadi pemicu meningkatnya harga RAM dalam beberapa waktu terakhir.
Lonjakan Permintaan Industri AI
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga RAM adalah meningkatnya kebutuhan memori untuk industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi global berlomba-lomba mengembangkan sistem AI yang membutuhkan server dengan kapasitas memori besar.
Kondisi tersebut membuat produsen chip memori memprioritaskan produksi DRAM untuk kebutuhan pusat data dan server dibandingkan RAM untuk komputer pribadi. Akibatnya, pasokan RAM untuk pasar konsumen menjadi lebih terbatas.
Peralihan Teknologi Memori
Selain meningkatnya permintaan, produsen memori juga mulai beralih dari produksi RAM generasi lama ke teknologi yang lebih baru. Beberapa perusahaan mulai mengurangi produksi DDR4 dan lebih fokus mengembangkan DDR5 yang memiliki performa lebih tinggi.
Perubahan strategi produksi ini membuat stok RAM generasi sebelumnya semakin terbatas di pasaran. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga RAM yang sebelumnya relatif stabil.
Produksi Chip Global Masih Menghadapi Tantangan
Industri semikonduktor global juga masih menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. Tantangan tersebut antara lain gangguan rantai pasok, peningkatan biaya produksi, serta tingginya permintaan chip dari berbagai sektor teknologi.
Komponen memori tidak hanya digunakan pada komputer, tetapi juga pada smartphone, server, perangkat Internet of Things (IoT), hingga kendaraan modern. Tingginya kebutuhan dari berbagai sektor membuat pasokan chip memori semakin ketat di pasar global.
Harga RAM diperkirakan masih akan mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu ke depan seiring meningkatnya permintaan dan terbatasnya pasokan di pasar global.