Fenomena Brainrot di Era Digital

  • 12 Mar 2026 06:59 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Di era digital seperti sekarang, hiburan bisa diakses dengan sangat mudah. Cukup membuka ponsel dan menggulir layar, berbagai macam video pendek, meme, hingga konten lucu sudah langsung muncul. Namun di balik keseruan tersebut, muncul sebuah istilah yang belakangan sering dibicarakan di internet, yaitu brainrot.

Secara sederhana, brainrot merupakan kondisi ketika seseorang terlalu sering mengonsumsi konten ringan di media sosial hingga terasa “menumpuk” di kepala. Konten yang dimaksud biasanya berupa video pendek seperti klip lucu, tutorial, ulasan barang, dan sebagainya yang cepat berganti. Awalnya memang terasa menghibur, tetapi jika dilakukan terus-menerus tanpa disadari bisa membuat otak terasa lelah dan sulit fokus.

Fenomena ini sering terjadi karena algoritma media sosial yang terus menampilkan konten sesuai minat pengguna. Setelah menonton satu video, akan muncul video lain yang terasa lebih menarik. Tanpa terasa, waktu bisa habis berjam-jam hanya untuk menggulir layar. Aktivitas ini memang terlihat sepele, namun otak sebenarnya terus menerima rangsangan baru dalam waktu yang sangat cepat.

Akibatnya, sebagian orang mulai merasakan penurunan konsentrasi ketika harus melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus lebih lama, seperti membaca, belajar, atau bekerja. Bukan berarti menonton konten hiburan di internet sepenuhnya buruk, tetapi konsumsi yang berlebihan dapat membuat otak terbiasa dengan stimulasi cepat dan instan.

Karena itu, penting untuk mulai mengatur waktu dalam menggunakan media sosial. Memberi jeda dari layar ponsel, melakukan aktivitas di luar ruangan, atau membaca buku bisa menjadi cara sederhana untuk menyeimbangkan kembali pikiran. Dengan begitu, hiburan digital tetap bisa dinikmati tanpa membuat otak terasa kewalahan.

Rekomendasi Berita