Jangan Sampai Salah! Ini Tips Memilih Telur Ayam
- 12 Mar 2026 07:35 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang murah, lengkap, dan mudah didapat, serta mengandung vitamin (A, B12, D, E), mineral (zat besi, selenium, fosfor), dan lemak sehat. Telur layak dikonsumsi jika masih segar, tidak busuk, dan bebas dari kontaminasi bakteri berbahaya (seperti Salmonella).
Dikutip dari alodokter.com, berikut adalah ciri-ciri telur yang layak dikonsumsi (segar, berkualitas baik, dan aman untuk dimakan). Telur yang memenuhi kriteria ini biasanya minim risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella dan tetap kaya nutrisi (protein, vitamin, dll.).
- Kondisi Cangkang (Kulit Luar)
-Bersih, utuh, dan tidak retak — Hindari telur yang pecah, retak, atau berlubang karena mudah masuk bakteri.
-Permukaan halus, mengkilap, dan tidak berminyak — Tidak ada noda kotoran berlebih, jamur, atau bintik hitam mencurigakan.
-Bentuk normal dan seragam — Tidak aneh atau cacat bentuk.
-Bobot terasa berat — Telur segar biasanya lebih berat karena isinya masih penuh dan padat.
- Tes Air (Float Test) — Cara Paling Mudah dan Akurat
-Masukkan telur ke dalam gelas/mangkuk berisi air dingin:
-Tenggelam dan mendatar → Sangat segar (layak konsumsi optimal).
-Tenggelam tapi ujung tumpul sedikit terangkat → Masih segar (masih aman).
-Mengapung → Sudah tua/busuk → Jangan dikonsumsi!
Alasan: Kantung udara di dalam telur membesar seiring waktu, membuatnya ringan dan mengapung.3. Saat Dipecahkan (Tes Visual dan Tekstur)
-Putih telur → Kental, agak keruh (bening sedikit), tidak encer/menyebar luas, dan ada chalaza (benang putih tebal) yang menahan kuning telur di tengah.
-Kuning telur → Bulat kokoh, tinggi (bukan datar), berwarna cerah/oranye pekat (bukan pucat/abu-abu), dan tidak pecah mudah.
-Tidak ada bercak darah/merah besar — Bercak darah kecil aman (hanya pecah pembuluh saat telur terbentuk), tapi jika banyak atau disertai tanda busuk, buang saja.
-Tidak buram/keruh berlebih atau berwarna kehijauan/abu-abu — Ini tanda pembusukan.
- Aroma (Bau)
-Telur segar → Hampir tidak berbau atau aroma netral/alami.
-Telur busuk → Bau menyengat seperti belerang, amis, atau busuk (bahkan sebelum dipecah). Jika baunya tidak sedap, langsung buang!
- Saat Digoyang
-Goyang telur dekat telinga: Tidak ada suara desir/cairan bergerak → Segar. Jika terdengar suara seperti gelembung atau cairan bergoyang → Sudah tua/tidak segar.
Tips Tambahan untuk Keamanan
-Periksa tanggal kemasan (sell-by atau best-before) — Biasanya aman 3–5 minggu setelah dipacking jika disimpan di kulkas.
-Simpan di kulkas (suhu