Penggunaan Gadget Berlebihan Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

  • 12 Mar 2026 22:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penggunaan gadget pada anak semakin meningkat seiring perkembangan teknologi digital. Perangkat ini memang memberikan kemudahan akses informasi dan hiburan bagi anak. Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan orang tua dapat membawa dampak negatif terhadap proses tumbuh kembang anak, baik dari aspek fisik, kognitif, maupun sosial-emosional. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa paparan layar yang terlalu lama dapat memengaruhi kualitas interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya.

Paparan layar yang terlalu lama atau screen time berlebihan dapat menghambat perkembangan bahasa anak. Risiko keterlambatan bicara (speech delay) meningkat karena anak lebih banyak berinteraksi dengan layar dibandingkan melakukan komunikasi verbal dua arah dengan orang tua. Penelitian yang dipublikasikan oleh American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa penggunaan layar berlebihan pada usia dini dapat mengurangi kesempatan anak untuk belajar bahasa melalui interaksi langsung.

Selain itu, penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak. Anak cenderung menjadi lebih individualistis, sulit berempati, serta lebih mudah marah atau bersikap impulsif. Studi dari World Health Organization juga menekankan pentingnya pembatasan waktu layar pada anak untuk menjaga keseimbangan aktivitas fisik, interaksi sosial, serta kesehatan mental mereka.

Dari sisi kognitif, paparan gadget yang intens dapat menurunkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat anak. Beberapa penelitian dalam bidang Ilmu Perkembangan Anak menunjukkan bahwa penggunaan perangkat digital yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kemampuan fokus anak dalam jangka panjang, yang pada akhirnya berpotensi berdampak pada prestasi akademik.

Penggunaan gadget berlebihan juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak. Beberapa masalah yang dapat muncul antara lain gangguan penglihatan seperti mata minus, gangguan pola tidur, hingga risiko obesitas akibat kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan peran aktif orang tua dalam mengatur durasi penggunaan gadget serta mendorong anak untuk lebih banyak beraktivitas fisik dan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.

Rekomendasi Berita