Waspada Meningitis Suis dari Konsumsi Daging Babi Tak Matang

  • 13 Mar 2026 21:26 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit meningitis suis, yakni infeksi pada selaput otak yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus suis yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Dokter spesialis saraf RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Luh Putu Lina Kamelia dalam dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Singaraja, Jum'at 6 Maret 2026 menjelaskan bahwa meningitis merupakan radang pada selaput otak yang termasuk dalam infeksi susunan saraf pusat. Penyakit ini dapat menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Menurutnya, penyebab meningitis sangat beragam, namun di Bali kasus yang berkaitan dengan bakteri Streptococcus suis cukup sering ditemukan.

“Meningitis itu sebenarnya radang selaput otak yang termasuk infeksi susunan saraf pusat. Di Bali cukup sering disebabkan oleh bakteri Streptococcus suis yang juga banyak ditemukan pada babi,” kata Luh Putu Lina saat dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Singaraja, Jum'at 6 Maret 2026.

Bakteri tersebut bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia, baik melalui kontak langsung dengan babi maupun melalui konsumsi daging babi yang tidak dimasak secara sempurna.

Penularan dapat terjadi saat proses pemeliharaan, penyembelihan, hingga pengolahan daging babi jika kebersihan dan cara pengolahan tidak dilakukan dengan benar.

“Kontak antara tubuh babi, daging babi, maupun kotorannya dengan manusia dapat menjadi jalur penularan. Apalagi jika daging tidak dimasak dengan baik sehingga bakteri masih hidup,” ujar dr. Lina.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan pengolahan daging dilakukan secara higienis dan matang agar risiko infeksi dapat diminimalkan.

Rekomendasi Berita