Tren Jajan Nostalgia Kembali Viral di Indonesia
- 03 Mar 2026 18:55 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Fenomena tren jajan nostalgia kembali mencuri perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Beragam jajanan lawas yang sempat populer pada era 1990-an hingga awal 2000-an kini kembali digemari, tidak hanya oleh generasi yang pernah merasakannya, tetapi juga oleh kalangan muda yang penasaran dengan cita rasa masa lalu. Munculnya konten kreatif bertema “throwback jajanan sekolah” turut mendorong peningkatan minat masyarakat untuk berburu camilan yang dulu akrab dijajakan di depan sekolah maupun warung kecil di lingkungan permukiman.
Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan momentum ini dengan menghadirkan kembali produk-produk legendaris seperti permen karet klasik, cokelat koin, es potong aneka rasa, hingga snack ringan dalam kemasan jadul. Tak sedikit pula yang mengemasnya dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan ciri khas aslinya. Strategi pemasaran digital melalui siaran langsung dan promosi di marketplace dinilai efektif menjangkau konsumen lintas generasi. Beberapa pedagang mengaku penjualan meningkat signifikan sejak tren ini kembali viral, terutama menjelang akhir pekan dan musim liburan sekolah.
Pengamat sosial budaya menilai, maraknya tren jajan nostalgia tidak terlepas dari kebutuhan emosional masyarakat untuk mengenang masa kecil yang dianggap lebih sederhana dan penuh kebahagiaan. Di tengah dinamika kehidupan yang serba cepat, menghadirkan kembali rasa dan suasana masa lalu menjadi bentuk pelarian yang positif. Selain itu, faktor harga yang relatif terjangkau membuat jajanan ini mudah diakses berbagai kalangan. Momentum ini juga membuka peluang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, sekaligus menghidupkan kembali produk-produk tradisional yang sempat tersisih oleh gempuran makanan modern.
Meski demikian, aspek keamanan pangan tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan melakukan pengawasan terhadap produksi dan distribusi jajanan agar memenuhi standar kesehatan. Edukasi kepada pelaku usaha mengenai bahan baku, proses pengolahan, serta kemasan yang higienis menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan konsumen. Dengan pengelolaan yang baik, tren jajan nostalgia tidak hanya menjadi fenomena sesaat, melainkan dapat berkembang sebagai bagian dari identitas kuliner yang memperkaya khazanah budaya Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.