Jelang Nataru, Hunian Hotel Buleleng Capai 90 Persen

  • 11 Des 2025 11:42 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Tingkat hunian hotel di Kabupaten Buleleng menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menunjukkan tren positif. Beberapa hotel populer bahkan sudah terisi lebih dari 90 persen, sementara sebagian lainnya menutup reservasi karena kamar penuh.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menyampaikan data tersebut berdasarkan koordinasi dengan pelaku usaha akomodasi, khususnya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Menurutnya, lonjakan tingkat hunian ini menjadi indikasi bahwa promosi pariwisata yang gencar dilakukan selama beberapa bulan terakhir membuahkan hasil.

“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan rekan-rekan di akomodasi, setelah Natal hingga Tahun Baru sebagian hotel populer sudah terbooking di atas 90 persen. Bahkan ada yang sudah close, artinya kamar sudah penuh,” ujar Dody, Kamis (11/12/2025).

Dody menambahkan, tren positif ini memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal, termasuk pada sektor jasa, kuliner, transportasi, dan pusat oleh-oleh. Peningkatan kunjungan wisatawan juga diharapkan mendorong promosi destinasi wisata di Bali Utara, khususnya kawasan Lovina, Pemuteran hingga Singaraja.

“Ini sangat menggembirakan bagi kami. Upaya promosi pariwisata selama ini sudah sepadan dengan tingkat kunjungan dan booking hotel. Semoga tren ini dapat terus meningkat hingga akhir Desember,” ucapnya.

Meski optimis, Dody mengingatkan agar pelaku usaha tetap memperhatikan kualitas layanan, kebersihan, dan protokol kesehatan. Selain itu, kondisi cuaca menjadi faktor penting agar tidak terjadi pembatalan pemesanan hotel yang dapat memengaruhi sektor pariwisata.

“Mudah-mudahan cuaca tetap kondusif sehingga tidak ada cancel hotel. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar wisatawan merasa nyaman dan aman selama berlibur di Buleleng,” katanya.

Dengan meningkatnya tingkat hunian hotel, pihaknya optimis target kunjungan wisatawan tahun 2025 dapat tercapai, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita